by

Hujan Tak Kunjung Turun, PG Asembagus Dan Petani Tebu Sholat Istisqo

SITUBONDO, Bratapos.com – Musim penghujan kali ini di beberapa daerah tertimpa bencana, namun di beberapa daerah justru curah hujannnya cukup rendah. Kondisi ini berpengaruh pada tanaman pertanian dan perkebunan karena minimnya asupan air.

Seperti yang terjadi di wilayah kerja PG Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, musim penghujan ini banyak tanaman tebu yang kekurangan air. Karena irigasi yang ada juga terpengaruh dari curah hujan yang turun.

Menyikapi hal tersebut pihak PG Asembagus bersama petani tebu menggelar do’a bersama dalam Sholat Istisqo’ atau sholat meminta hujan pada Selasa (11/02/2020).

Bertempat di pelataran PG Asembagus, Sholat Istisqo’ dilaksanakan pada pukul 13.00 siang. Meski di bawah terik matahari, jamaah Sholat Istisqo’ terlihat hikmat melaksanakan sholat meminta hujan. Sedikitnya 100 orang jamaah yang terdiri dari karyawan PG Asembagus dengan petani tebu larut dalam suasana khusuk.

” Cuaca yang ekstrim ini menjadi keprihatinan kita bersama, bukan hanya PG Asembagus tapi juga petani. Untuk itu mari kita bersama-sama bermunajat kepada Allah untuk memohon turunnya hujan. ” ujar GM PG Asembagus, Agus Priambodo, ST.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Agus ini mengatakan, untuk menyampaikan permohonan kita, seharusnya kita dapat melupakan salah dan dosa kita bersama. Sehingga diharapkan apa yang menjadi permohonan dapat di kabul Allah.

” Tadi sudah disampaikan oleh Pak Ustad, agar kita saling memaafkan, menghapus semua dosa dan kesalahan kita masing-masing. Sebagai awalan supaya do’a kita diterima oleh Allah, sehingga segera diturunkan hujan agar petani tidak bingung lagi, demikian juga di kebun tebu kami, “terangnya.

Disamping itu sholat dan do’a bersama menurut Agus sebagai cerminan nyata bahwa jalinan silaturahmi antara PG Asembagus dengan petani tebu begitu eratnya, “Ini menandakan hubungan petani tebu dengan PG Asembagus memang harmonis. Jadi kalau ada sesuatu kita bisa duduk bersama untuk mencari mufakat, “ungkapnya.

Disinggung target giling PG Asembagus setelah dua tahun tidak giling karena proyek revitalisasi, Agus mengatakan, sesuai target giling akan dilakukan sekitar bulan Mei 2020.

” Kami bersama KSO (Konsorsium) secara maksimal mengupayakan agar revitalisasi cepat selesai sesuai rencana. Insyaallah bulan Mei akan giling, yah tentunya setiap pekerjaan kita awasi hari demi hari, minggu demi minggu supaya dapat berjalan sesuai harapan. Yang Tak kalah sambungan do’a dari semua pihak agar rencana giling berjalan lancar, “jelasnya.

Untuk bahan baku tebu yang dikhawatirkan berkurang karena banyaknya penjualan bibit tebu oleh petani. Menurut Agus pihaknya bersama petani dalam hal ini APTR telah mengupayakan agar pasokan tebu saat musim giling dapat terpenuhi.

” Dua tahun tidak giling membuat kepercayaan petani menurun, kami sudah melakukan sosialisasi agar petani tidak lagi menjual bibit tebunya ke luar daerah. Kita juga katakan bulan Mei akan giling. Alhamdulillah perlahan petani sudah mulai timbul kepercayaannya, ini menjadi modal bagi kami untuk mewujudkan rencana giling” ujarnya.

Reporter : Yat

Editor : Dr

Publisher : Redaksi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA