oleh

Persiapkan Lomba LHBS, KKN UPGRIS Normalisasikan Taman Toga

Last updated: Senin, 10 Februari 2020, 16:21 WIB

Semarang, Bratapos.com – Tiga belas mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bersama sejumlah masyarakat kelurahan Mlatibaru, kecamatan Semarang Timur melakukan perawatan kembali  tanaman toga di RW 03, pada Rabu  (05/02).

Tanaman toga atau biasa dikenal dengan tanaman obat keluarga adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Adapun jenis atanaman toga yang ada di RW 3 meliputi, daun  bidarra, daun sirih, sambiloto, lidah buaya, temulawak, kencur, jahe, dan lain sebagainya.

Upaya penanaman kembali  sebagai langkah untuk pelestarian tanaman obat-obatan serta salah satu pemanfaatan lahan pemerintah  yang ada di Keluarahan Mlatibaru, hal ini juga berhubungan dengan kegiatan lomba LHBS (Lingkungan Hidup Bersih Sehat) yang diadakan olreh pemerintah Kecamatan Semaran Timur. Hal tersebut merupakan agenda rutin yang diadakan satu tahun sekali.

Di tahun 2020 ini,  yang terpilih untuk mengikuti lomba LHBS (Lingkungan  Hidup Bersih Sehat)di Kelurahan Mlatibaru  ada tiga RW dari total Sembilan RW yang ada di Kelurahan Mlatibaru. Adapun RW yang terpilih mengikuti lomba adalah RW 01,  RW 03, RW 08.

Dalam hal ini Ibu Windari selaku ketua RW 3  mengajak mahasiswa KKN untuk membantu menghidupkan kembali fungsi taman toga yang sudah tujuh bulan tidak terawat, selain itu Ibu Windari juga mengajak mahasiswa KKN untuk membudidayakan kembali tanaman krokot. Tanaman krokot sendiri bisa dijadikan bahan makanan Jangkrik.

Adanya kegiatan penanaman tanaman toga menjadikan  lingkungan RW 03 menjadi lingkungan yang asri. Bantuan anak-anak KKN UPGRIS tentunya sangat membantu dalam penataan dan pembersihan kebun yang digunakan untuk meletakan tanaman-tanaman toga, Ujar Rahayu Surtanti.

Untuk kedepanya, semoga tanaman toga yang ada di RW 3 semakin berfariasi, serta tidak hanya dapat membantu masyarakat RW 3 saja melainkan masyarakat kelurahan Mlatibaru yang membutuhkan obat-obatan herbal.

Reporter : Pegi

Editor  : Nr

Publisher: Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA