oleh

Dinkes Gresik Menyerahkan Kasus Bidan Mery Pada Hukum

Keterangan foto : bidan mery

GRESIK, BrataPos.com – Kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh bidan yang bertugas di Puskesmas Cerme, Mery Purwaning Hardini terus didalami oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik.

Bidan yang tinggal di RT.01 RW.04, Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik itu terancam dipecat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik.

Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Mukhibatul Khusnah. Pihaknya sudah dua kali melakukan pememanggilan terhadap Mery.

“Sebenarnya sudah ada teguran. Selain itu, sudah membuat surat penyataan. Mery berjanji mengembalikan uangnya. Namun bila itu ingkar janji, kami tidak segan-segan memecatnya,” jelasnya kemarin Jumat (4/10/2019).

dr. Khusnah menyayangkan atas perbuatan bidan Mery yang diduga menipu korban dengan dalih menjul sebidang tanah. Itu masalah hukum. Kita kembalikan prosesnya pada hukum.

“Kalau dari Dinas sanksinya administrasi. Namun bila tidak diselesaikan maka dinas mengambil tindakan untuk memberhentikan bidan Mery,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Mery yang sudah mengabdi di Puskesmas sejak Tahun 2014 silam itu, plokoto H. Umar Salim warga Dusun Jogodalu, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik Rp. 71 Juta.

Lalu korban melaporkan pada LSM Lembaga Pemantau Birokrasi. Setelah itu, Mery dilaporkan ke Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta ke Dinkes.

Reporter : jml

Editor/Publisher : wo

REKOMENDASI UNTUK ANDA