oleh

Anak Menantu Perempuan Digorok, Mertua Dilumpuhkan Dengan Timah Panas

Tersangka yang tidak menggunakan baju, saat di Puskesmas dan korban Erna./foto-jamal.

GRESIK, BrataPos.com – Peristiwa pembunuhan yang masih satu keluarga terus didalami oleh Polres Gresik.

Polisi langsung melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di rumah pelaku di Dusun Kwangen RT.05 RW.02, Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Minggu (6/10/2019) sekitar pukul 12.00 Wib.

Saat ini, Suwoto (58) dan korban Erna (47) berada di Puskesmas Mentaras Dukun. Sementara Kamsinga istri pelaku yang mengalami luka parah dipunggung dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo melalui Kasatreskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, ada dugaan tersangka mengalami gangguan jiwa. Sebab, sebelumnya pernah dibawa ke RS Jiwa Menur Surabaya.

Kata Andaru, pelaku memang memiliki gangguan jiwa. Pada saat ditangkap, pelaku membawa sabit. Petugas akhrinya melakukan tembakan yang mengenai pahanya bagian kanan dan kir.

“Hal itu dilakukan, karena pelaku membawa sabit dan mengancam nyawa petugas. Bahkan warga tidak berani mendekat,” jelasnya.

Berdasarkan laporan keluarga kata Handaru. Pelaku 20 tahun mengalami gangguan jiwa. Saat kambuh kerap kali marah-marah. Namun pertama kali ini melakukan pembunuhan.

“Langkah kami selanjutnya melakukan otopsi korban untuk mengetahui luka yang dialaminya. Pelaku kami tahan untuk di periksakan di ahli kejiwaan (Piskiater),” imbuhnya.

Kronologis kasus pembunuhan ini, berawal saat anaknya pelaku yang juga saksi mata Syaiful Arif duduk di ruang tamu menunggu istrinya Erna (korban).

Polisi melakukan olah TKP di rumah tersangka.
Polisi melakukan olah TKP di rumah tersangka./foto-jml.

Bersamaan dengan itu, tiba-tiba Syaiful Arif mendengar teriakan istrinya kesakitan. Saat dilihat di lehernya sudah mengeluarkan darah.

Lalu Syaiful menggandeng istrinya yang kesakitan keluar rumah untuk menyelematkan diri. Sewaktu keluar rumah, bertemu ibu kandungnya yang bernama Kamsinga. Saat itu, istri tersangka sempat bertanya ada kejadian apa.

Kemudian, Suwoto keluar rumah sambil membawa sabit, dan langsung membacok istrinya. Akibat kejadian tersebut, Erna meninggal dunia saat dibawa ke Puskesmas Mentaras Dukun. Sementara Kamsinga mengalami luka parah.

Reporter : jml

Editor/Publisher : wo

REKOMENDASI UNTUK ANDA