oleh

Kakek Bau Tanah, Salurkan Nafsunya Terhadap Bocah 7 Tahun

BOYOLALI, BrataPos.com – Usia yang sudah tua, sebenarnya harus banyak-banyak berdoa. Minta ampunan pada sang pencipta, untuk bekal menghadapi sakrotul maut. Bukan malah melakukan dosa.

Namun hal itu tidak belaku pada Kakek yang berinisial SHR. Bahkan warga Dk. Pulerejo RT.07 RW.03 Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali tidak menyurutkan untuk menyalurkan nafsu birahinya. Ibarat pepatah semakin tua semakin menjadi.

Akibatnya, Kakek yang sudah memiliki 6 cucu itu, nekat melakukan pencabulan terhadap seorang anak (AF) yang masih umur 7 tahun. Hidupnya pun harus mendekam dibalik pahitnya jeruki besi penjara Polres Boyolali. Kemarin, (7/9/2019).

Kejadian tersebut terungkap saat (JM) 35 tahun (orang tua korban) melihat anaknya pulang sekolah membawa uang Rp 6 ribu.

Menurut keterangan korban (AF) uang tersebut pemberian dari (SHR). Karena curiga (JM) bertanya langsung kepada (SHR) yang memang bertetangga dekat.

(SHR) membenarkan telah memberikan uang tanpa menjelaskan maksud dan tujuannya. (JM) pun langsung pulang dan bertanya lagi kepada (AF).

“Kamu di apakan.? Tanya sang ibu pada (AF). Lantas AF menjawab dengan logat bahasa jawa “Dirusuhi Tahune”. Seketika (JM) memeriksa kemaluannya (AF) dan di dapati bercak darah kemerahan. Sang ibu kaget bagaikan petir di siang bolong.

(JM) yang di dampingi saksi saksi membawa (AF) ke Rumah Sakit Hidayah Keragilan Mojosongo Boyolali. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan telah terjadi yang tidak wajar. Akhirnya (JM) melaporkan kejadian tersebut ke Polres Boyolali.

Kasat Reskrim Polres Boyolali Aitu Mulyanto, saat ditemui awak media membenarkan bahwa pada tanggal (11/9/2019) Unit PPA Polres Boyolali telah melakukan pengungkapan penangkapan tersangka kasus pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak.

Sebagaimana di maksud dalam pasal 81 dan 82 atau UU RI No.17 tahun 2016 tentang penetapan Perppu No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 76D dan 76E UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, yang ancaman hukumannya minimal 5 tahun maksimal 15 tahun dan denda Rp 5 000 000 000 (lima milyart).

Reporter : M. Sarman

Editor/Publisher : jml

REKOMENDASI UNTUK ANDA