oleh

“JUBIR” Jum’at Bincang di Teras Kejaksaan

ASAHAN, Bratapos.com – Dewan Guru Sekolah Tanjung Duduk Bersama Terkait Aksi Demo Anak SMU yang tidak pernah terpikir sama sekali, duduk bersama di teras kejaksaan dengan Kasi Intel Kejari Tanjungbalai AB. Silitonga para dewan guru sangat menyesalkan akan kejadian Aksi Demo ikut ikutan yang di lakukan anak anak sekolah SMU yang ada di Tanjungbalai pada tanggal 30 September 2019.

Adapun aksi demo yang dilakukan para pelajar tingkat SMA itu tepatnya pada tanggal 30 September 2019 lalu berketepatan dengan pelantikan DPRD Terpilih Kota Tanjungbalai.

Yang mana aksi Demo itu dilakukan tepatnya di gedung DPRD Tanjung Balai menjadi  perbincangan hangat bagi kaum intelektual maupun masyarakat serta menjadi pelajaran bagi para guru guru untuk terus mengawasi anak anak murid mereka.

‘JUBIR’, Jum’at bincang di teras kejaksaan yang di lakukan AB Silitonga yang mana iya menjabat sebagai Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tanjung Balai-Asahan (TBA) bersama dengan¬† Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjung Balai dan para kepala SMA/SMK negeri dan swasta se-Kota Tanjung Balai di teras Kantor Kejari TBA, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (4/10/2019).

Kejari TBA dalam programnya Jumat Bincang-bincang (Jubir) di Teras Kejaksaan dihadiri Kasi Intel Antonius Bangun Silitonga SH atau yang biasa di panggil AB. Silitonga itu bersama dengan Ketua PWI Tanjungbalai Yan Aswika, Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Tanjung Balai B Sinaga, Kepala SMAN 3, Kepala SMA Negeri 4, Kepala SMA 5, Kepala SMAN 6, Kepala SMA SM.Raja, Kepala SMA Tritunggal, Kepala SMKN 2, Kepala SMKN 3, Kepala SMKN 4, SMKN 5, Kepala SMKN 6, Kepala SMK Karya Utama, dan Kepala SMK Alfalah di Kota Tanjungbalai.

WhatsApp Image 2019-10-05 at 13.13.28
Perbincangan tersebut dipimpin Kepala Kejari TBA AA Gde Satya Markandeya SH diwakili Kasi Intel Antonius Bangun Silitonga, membicarakan seputar dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Kota Tanjung Balai serta upaya yang harus dilakukan dalam mencegah keterlibatan para pelajar melakukan aksi demo, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, dan menangkal berita hoax.

Antonius Bangun Silitonga, mengatakan, secara nasional kalangan pelajar ikut melakukan unjuk rasa, padahal mereka sendiri tidak tahu dan mengerti apa maksud atau tujuan demonstrasi tersebut. “Terhadap masalah ini, kita akan menggali akar persoalan, mengapa para pelajar tersebut ikut-ikutan demo, sekaligus mencarikan solusi terbaik agar hal serupa tidak terjadi kedepannya,” ungkapnya.

Dikatakan Antonius Bangun, ke depan Kejari TBA akan lebih meningkatkan intensitas program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dengan tujuan agar pelajar lebih memahami perundang-undangan serta akibat dari melawan hukum.

Kasi SMK Cabdis Pendidikan Tanjung Balai B Sinaga mengatakan, pelajar tingkat SLTA tugasnya mengisi dirinya dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap aatau kepribadian. “Untuk menamkan karakter bagi pelajar, program nasional tahun 2020-2021 akan dilakukan pendidikan ketarunaan, salah satunya mencakup pengetahuan tentang hukum,” kata B Sinaga.

Sementara itu, menurut Ketua PWI Kota Tanjung Balai Yan Aswika, mengatakan, ikutnya pelajar melakukan demonstrasi akibat pengaruh tekhnologi seperti smartphone yang bisa membuat siapapun bisa mengetahui apa yang sedang terjadi di luar sana.

Selain itu, walaupun Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Dimuka Umum dijamin Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998, akan tetapi minimnya pengetahuan tentang hukum menjadi salah satu penyebab pelajar ikut demo.

“Selain akibat pengruh tekhnologi, tersirat bahwa kelakuan pelajar di Tanjungbalai yang ikut ikutan demo karena minimnya pengetahuan tentang hukum,” ujarnya.

Reporter : Irwansyah

Editor : Dr

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA