oleh

Ingin Bangun Desa, Rela Mengundurkan Diri Dari Pegawai RSU

AGUS PIKTARABIS, Amd.kep.( BAKAL CALON KADES BABATN’KEC MPW HULU,KAB LANDAK ,2020-2026/foto rinto.

LANDAK KALBAR, BrataPos.com – Keputusan mencalonkan diri sebagai kades bukan tanpa pengorbanan. Bekerja di sebuah Rumah Sakit Umum Harapan Bersama Singkawang dengan penghasilan serba berkecukupan di Singkawang tak mampu mengikis cita-citanya untuk mengabdikan diri ke masyarakat. Gaji jutaan rupiah pun dia tinggalkan. Baginya, harta bukan tujuan hidupnya.

“Saya menjadi calon kepala desa bukan untuk mengejar materi dan kehormatan, tapi saya kembali (ke desa) untuk mengabdi di tanah kelahiran saya. Saya masih muda, punya optimisme dan ingin menorehkan prestasi untuk Desa Babatn, Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak,” kata Agus Piktarabis, A.Md, Kep kepada, BrataPost, Jumat, (4/10/2019).

Memimpin sebuah desa dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakatnya tentu butuh kepiawaian. Perkembangan teknologi yang kini sudah bisa dirasakan masyarakat di desa harus dimanfaatkan. Untuk itu, butuh pemimpin dengan ide baru dan wawasan luas serta punya jiwa kepemimpinan.

Berkat uletan Agus Piktarabis (29) sudah terlihat sejak SMA. Dia ikut berbagai kegiatan di sekolahnya. Kemampuan itu kian terasah ketika dia masuk di perguruan tinggi, yakni lulusan Keperawatan di sebuah  kampus bidang kesehatan di DKI Jakarta.

Agus sejak dari SMA, kuliah, hingga bekerja sebagai karyawan di Rumah Sakit Umum Harapan Bersama Singkawang termasuk orang yang ulet untuk belajar, lantas membuatnya merenung pada suatu ketika. “Akan ke mana dan untuk apa hidup saya,”ujar Agus mengingat peristiwa sebelum dia memutuskan kembali untuk mengabdi ke kampung halaman.

Lantas Ia ingat kedua orang tuanya, Ayah bernama Paulus. S. bekerja sebagai ketua Koperasi  Mitra Hilton Duta Lestari yang melayani para petani dan warga masyarakat dan Ibunya  Aminah sebagai Guru di SDN 48 Ogot. Ada ratusan petani di Desa Babatn, Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak. Ia tak lupa, hampir putus kuliah karena tak ada kepastian biaya.

Akhirnya, Ia lulus juga di Keperawatan di salah satu  kampus bidang Kesehatan di DKI Jakarta atas dorongan dan doa kedua orang tuanya.

Tapi Agus bukanlah tipe manusia yang lupa kacang akan kulitnya. Mimpi terbesar dalam hidupnya adalah kembali ke desa dan membangun pertanian desanya. Dia tak lupa saat menjawab pertanyaan kepala sekolahnya 12 tahun lalu, yakni bercita-cita mempunyai usaha agrobisnis sekaligus menyejahterakan petani di desanya.

“Saya punya impian, suatu saat nanti petani di sini (Desa Babatn, Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak) yang memasok komoditas di retail-retail besar semacam Citra Swalayan dan Mitra Kita,” ujar Agus.

Untuk memperbaiki pertanian di kampungnya, banyak hal yang harus dilakukan. Agus mengaku sudah memetakan berbagai persoalan yang dihadapi para petani di Balio, Dusun Banung Desa Babatn, Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak. Bahkan sampai pada hal-hal detail terkait teknis perbaikan.

Menurut Agus, yang paling penting adalah memperbaiki saluran irigasi. Sampai saat ini, dia menilai, saluran irigasi belum maksimal. Semua infrastruktur pertanian harus diperbaiki. Hal itu mutlak dilakukan jika ingin menggenjot perbaikan petanian di Desa Babatn, Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak.

Selain itu, Agus mengatakan, jalan-jalan desa yang dinilainya belum layak juga harus diperbaiki. Pembuatan jalan sawah untuk kemudahan akses kendaraan bermotor juga perlu untuk memudahkan para petani. Dia meyakini, semua itu bisa dilakukan dengan besarnya dana desa yang jumlahnya miliaran rupiah per tahun.

Dan yang tak kalah penting, adalah doa dari masyarakat. “Saya mohon doanya, saya hanya ingin masyarakat di tanah kelahiran saya ini bisa lebih baik dan sejahtera,” pugkas Agus.

Reporter : Rinto Andreas

Editor/Publisher : jml

REKOMENDASI UNTUK ANDA