oleh

DPP IMA-TABAGSEL, Kembali Unjuk Rasa Ke Kantor Kejaksaan

TABAGSEL, BrataPos.com – Ratusan mahasiswa asal Kab. Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (DPP IMA-Tabagsel) Kembali melakukan Aksi Unjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).Kamis (3/9/10)

Dimana dalam Aksi Tersebut Mahasiswa Meminta Kejatisu Jemput Paksa atau segera tangkap Bupati Madina Drs. Dahlan Hasan Nasution jika Tidak Memenuhi panggilan Ke-3 dan dicopot dari jabatannya, dimana diduga Bupati Madina terlibat dalam perkara dugaan korupsi pembangunan lokasi taman wisata Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu di Madina.

Koordinator Aksi, Rahman Simanjuntak Mengatakan dalam orasinya mengatakan mahasiswa asal Tabagsel sudah 8 kali kita turun ke gedung Kejati Sumut.

Dimana diduga Bupati Madina, Drs. Dahlan Hasan Nasution Yang mempunyai gagasan untuk membangun kawasan wisata dan tempat upacara yang letaknya di kawasan perkantoran Pemkab Madina yakni di Desa Perbaungan Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina.

Sementara itu salah satu Koordinator Aksi lainnya Miswari Simanjuntak, selaku tokoh perubahan di Madina juga mengatakan dalam orasinya bahwa kedatangan mereka ke Kejatisu membawa suatu pernyataan dimana bahwa pemimpin di Kabupaten Madina kebal hukum, Para mahasiswa juga mendesak Kajatisu keluar dari gedung Kejatisu untuk menanggapi tuntutan mereka, dan bahkan mereka juga menaiki pagar dan mengguncang-guncang pintu gerbang kejatisu.

“Dimana dalam pantauan wartawan ,Asisten Pidana Khusus Irwan Sinuraya yang menerima kedatangan massa mengatakan bahwa penyidik telah dua kali memanggil Bupati Madina Drs. Dahlan Hasan Nasution untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu di Madina.

Kita sudah memanggilnya (Bupati Madina) dua kali jadi perlu diketahui bahwa perkara ini tidak didiamkan begitu saja. Namun, untuk pemanggilan bupati itu ada prosedurnya jadi kita tidak semena-mena memanggil.

“Karena yang dipanggil ini adalah kepala daerah ya kita panggil melalui Kantor Gubernur Sumut. Jadi sudah dua kali kita panggil ya,” katanya.

IMG-20191004-WA0080

Tambah Asintel Kejatisu, Murji menyebutkan bupati Madina pengecut tidak berani menghadiri panggilan kejaksaan untuk dimintai keterangan dan ia juga menghimbau didepan media dan mahasiswa supaya bupati Madina hadir ke kejaksaan tinggi Sumatera Utara kalo belom mau …!Tandu bupati itu ke sini,”ujar Murji

Asintel kejaksaan tinggi Sumatera Utara kepada media dan mahasiswa.
Jika bupati Madina merasa tidak bersalah kenapa tidak berani menghadiri panggilan. Tandanya bupati Madina bersalah tidak memenuhi, mengindahkan panggilan Kejati” ungkapnya

Reporter : Korlip Se-tabagsel Fs/Hc

Editor/Publisher : jml

REKOMENDASI UNTUK ANDA