oleh

Pendampingan Sita Eksekusi Tanah Oleh Biro Hukum Bratapos Jawa Tengah

Demak , Bratapos.com – Proses sita eksekusi sebidang tanah milik muhdi didesa Gajah kecamatan Gajah tidak jadi dilaksanakan karena proses hukum masih berjalan.

Pertemuan antara pihak Pengadilan negeri ( PN ) Demak dengan pihak termohon muhdi digedung aula kantor desa Gajah berjalan kondusif.

Dari perwakilan PN Demak hadir Suyanto Nurbudi Santoso SH beserta Tim.Sedang dari pihak Muhdi juga hadir Tim penguasa hukumnya Sujadi S.pd SH dan Ahmad Muhson SH dari kantor advokat pengacara Suwondo SH dan Rekan pada hari Rabu ( 2/10/2019 )siang.

Dalam pertemuan tersebut pihak termohon menyatakan keberatan dengan sita eksekusi yang akan dilaksanakan oleh PN Demak.seperti yang tertulis disurat undangan kemarin.

Sujadi S.pd SH mengatakan Perkara no 4/pen.pdt.eks/2019/PN Demak tertanggal 23 agustud 2019 tentang sita eksekusi sebidang tanah serta segala sesuatu yang ada diatasnya tidak bisa dilaksanakan karena saat ini proses hukum masih berjalan.

” Bahwa tanah obyek sita statusnya masih milik bersama atau warisan keluarga dan dalam APHB tidak semua ahli waris ikut tanda tangan dan diduga ada unsur pemalsuan tanda tangan salah satu ahli waris”ungkapnya

Adanya pembatalan akta notaris Teguh Nugroho SH. M KN nomor 12 tanggal 18 oktober 2013 yang seharusnya APHB dan sertifikat atas nama yang menjadi pemenang lelang sudah cacat hukum.lanjut Sujadi

” Apabila masih dilakukan sita eksekusi,maka akan menimbulkan shock dan goncangan mental psikis yang mendalam karena nilai pinjam di Bank senilai Rp 400 juta,sedangkan nilai obyek sengketa Rp 2.997 juta”pungkasnya

Peristiwa awalnya muhdi mengajukan pinjaman disalah satu Bank dicabang Kudus dengan jatuh tempo 7 tahun.setelah angsuran yang ke 12 bulan muhdi mengalami keterlambatan 3 bulan.kemudian dari pihak Bank mengadakan lelang lewat kantor KPKNL Semarang.maka dari itu melalui kuasa hukumnya muhdi mengajukan gugatan tehadap beberapa pihak.

Reporter : Heri

Editor / publisher : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA