oleh

Oknum THL Puskesmas Cerme, Diduga Plokoto Warga Benjeng Puluhan Juta, Terancam Dipecat

Keterangan foto : Mery Purwaning Hardini bidan Puskesmas Cerme. Foto/jml.

GRESIK, BrataPos.com – Sebagai seorang Tenaga Harian Lepas (THL) seharusnya memberi contoh yang baik pada masyarakat. Apalagi seorang bidan yang setiap hari memeriksa masyarakat yang sedang sakit atau ibu hamil.

Namun hal itu bertolak belakang pada Mery Purwaning Hardini. Dia diketahui bidan yang bertugas di Puskesmas Cerme-Gresik.

Diduga oknum bidan itu melakukan penipuan sejumlah uang pada H. Umar Salim warga Dusun Jogodalu, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik Rp. 71 Juta.

Atas kelakuannya yang sudah mengabdi di Puskesmas sejak Tahun 2014 silam, Mery sapaan akrabnya dilaporkan LSM Lembaga Pemantau Birokrasi ke Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Lembaga yang beralamat di Desa Kedanyang RT.02 RW.01 Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu, awalnya mendapat laporan dari korban H. Umar Salim, bahwa korban melakukan pembayaran sebidang tanah atas nama Mery Purwaning Hardini.

Luas tanahnya 6×16 = 96 m2. Lokasinya di Dusun Cerme Kidul, Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

“Setelah melalui proses yang memakan waktu lebih kurang satu tahun. Alih-alih untuk mendapatkan tanah yang sudah dibayar ke Mery, tanah tersebut diketahui oleh korban sudah terjual dan alih fungsi atas nama orang lain,” kata korban H. Umar Salim melalui Novan ketua LSM LPB Rabu 2 Oktober 2019.

Kami Brata Pos mendatangi Puskesmas Cerme Rabu 2 Oktober 2019 melakukan konfirmasi pada kepala Puskesmas Cerme dr. Setyorin. Namun pihanya tidak ada di lokasi. Menurut pegawai Puskesmas dr. Setyorin sedang rapat di Dinas Kesehatan Pemda Gresik.

Namun apa yang dikatakan Novan pada saat dirinya mengantarkan surat pada Mery Purwaning Hardini yang diterima oleh kepala Puskesmas Cerme dr. Setyorini. Pihak Puskesmas sudah melayangkan surat ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Namun Novan mempertanyakan sejauh mana BKD menindak lanjuti laporan itu.?

Novan menghawatirkan atas kinerja BKD ujung-ujungnya sesama Birokrasi akan menutupi kesalahan Birokrasi. Kalau itu terjadi sangat disangkan.

Maka dari itu, lanjut Novan akan segera melayangkan laporan pada Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan ke Inspektorat.

“Namun bila mana tidak ada kelanjutan, maka pihaknya segera membuat laporan pada Aparat Penegak Hukum (APH),” janji Novan ketua LSM LPB.

Sumber yang didapat oleh Brata Pos bahwa dia sangat disayangkan atas kelakuannya Mery. Pasalnya dimata teman-temannya sifatnya Mery baik berbaur dengan teman-teman seprofesinya.

“Gak taunya dibelakang seperti itu. Semua pegawai di Puskesmas sudah tahu kasusnya. Bahkan, pihak Puskesmas sudah melayangkan Surat Peringatan (SP) 3 kali pada Mery.

Tidak hanya Puskesmas, Dinas Kesehatan sudah 2 kali. Setelah itu Mery sudah menghadap, tapi hasilnya saya kurang tahu,” kata sumber di Puskesmas.

Ketika didatangi di rungan Pasca Persalinan, Mery tidak ada di ruanganya. Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak aktif.

Menurut informasi di Puskesmas, bidan itu masuk siang jam 14.00 Wib. Sementara kepala ruangan memilih bersembunyi. Kendati Brata Pos berulang kali dengan kata salam, namun memilih diam.

Reporter : jamal

Editor/Publisher : wo

REKOMENDASI UNTUK ANDA