oleh

Hari Batik Nasional 2019, Bupati Bungo : Batik Merupakan Identitas Suatu Daerah

-Terbaru-868 views

BUNGO, Bratapos.com – Bupati Bungo H. Mashuri, S.P.M.E dalam rangka memperingati hari batik nasional yang jatuh pada tanggal 02 Oktober 2019 melakukan kunjungan ke beberapa pengrajin batik yang ada di kabupaten Bungo.

Menurut Mashuri, batik lebih dari sekedar kain bermotif, namun merupakan identitas sekaligus alat pengikat dan perekat persatuan bangsa.

“Sering kali saat kunjungan ke daerah, saya berusaha menyempatkan ke sentra pengrajin batik dan membelinya. Tidak cuma dikoleksi, tapi juga saya pakai untuk berbagai agenda kegiatan yang saya hadiri,” ungkap Mashuri saat melakukan kunjungan ke salah satu pengrajin batik yang ada di Bungo , Rabu (2/10).

IMG-20191002-WA0053

Mashuri mengatakan, tersebarnya pengrajin batik dari Sabang sampai Merauke khusus nya di Kabupaten Bungo menjadi bukti jika batik mampu menjadi alat pemersatu bangsa.

Meskipun berakar dari Jawa, kata dia, namun telah meluas menjadi budaya Indonesia dan diproduksi di berbagai daerah Khususnya Kabupaten Bungo.

Tentunya dengan motif dan ciri khasnya masing-masing. Baik yang dicetak maupun yang dikerjakan dengan tangan atau batik tulis.

Ditanya jumlah koleksi, Mashuri mengatakan ia bersama istrinya Hj. Verawati Mashuri tidak menghitungnya secara pasti. Namun demikian, ia menempatkan batik-batik koleksi miliknya tersebut dalam tempat khusus. Beberapa kain batik miliknya sengaja tidak untuk dijahit tetapi untuk koleksi. Mashuri mengaku tidak terlalu fanatik terhadap satu jenis batik karena menurutnya corak, ragam, dan motif batik di setiap daerah memiliki ceritanya masing-masing.

“Saya yakin setiap batik pasti punya makna filosofis dan nilai historisnya masing-masing maupun dalam proses pembuatan ornamen, harmonisasi warna, dan lain sebagainya. Pendeknya, setiap batik punya cerita yang menarik untuk disimak. Bahkan saya lebih tertarik saat sang pembatik cerita alur cerita batiknya,” ucapnya.

Mashuri mengutarakan jika menjaga dan melestarikan batik adalah salah satu bentuk ungkapan kecintaan kita kepada kesenian dan budaya nusantara.

Terlebih, tambah dia, Unesco sendiri telah menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada tanggal 2 Oktober 2009 silam.

“Sebagai anak bangsa ada baiknya kita mengerti segala hal terkait batik, baik asal usul, teknik pembuatan, motif, serta maknanya.

Mulai saja dulu dari batik didaerahnya masing-masing, khusus daerah kita Kabupaten Bungo. Di Bungo sendiri, lanjut Mashuri, sedikitnya terdapat di beberapa kecamatan yang dikenal luas sebagai penghasil batik yaitu, Tanah sepenggal lintas, pasar muara Bungo, Pelepat dll. Ragam corak dan motif dari daerah tersebut tidak sama antara satu dengan yang lainnya meski ada kesamaan tetap sama-sama berasal dari Bungo. Ungkapnya.

“Pemkab Bungo tengah berupaya mengangkat pamor batik asal Bungo tidak hanya di level nasional, namun juga luar negeri dengan peningkatan mutu produk.

Tentunya ini butuh dukungan seluruh masyarakat Bungo. Ayo support mereka (pengrajin batik-red) dengan membeli dan memakai produknya, dan mengucapkan selamat hari batik nasional ” Tutup Mashuri.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Hj Verawati Mashuri Ketua TP PKK Kabupaten Bungo, Wakil Bupati Bungo H. Safrudin Dwi Apriyanto, S.Pd, Unsur Forkopimda, Pimpinan DPRD Kabupaten Bungo yang diwakili Oleh Alfian SM dari Fraksi PAN serta para pelaku usaha batik dan undangan lain nya.

Reporter : Hardiman

Editor : Dr

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA