oleh

Warga Dusun Bongso Wetan, Mempertahankan Adat Budaya Peninggalan Nenek Moyang

GRESIK, BrataPos.com – Budaya tradisional yang tak akan tergerus oleh kamajuan zaman harus dilestarikan. Hal itu, agar peninggalan nenek moyang terus terjaga.

Pasalnya, dengan melestarikan budaya itu, lahirlah ke guyupan, rukun, kebersamaan dan gotong royong. Itu semua merupakan tujuan utama bagi seluruh lapisan masyarakat.

Seperti yang di lakukan warga Dusun Dusun Bongso Wetan, Desa Pengalanagan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik yang mengadakan Sedekah Bumi. Selain sedekah bumi, juga menggelar pertandingan gulat okol, Minggu 29 September 2019.

Acara yang penuh dengan keguyupan itu, digelar sebagai bentuk rasa sukur atas hasil panen yang melimpah. Ratusan warga membawa tumpeng.

Selain untuk membangkitkan semangat kebersamaan, juga menimbulkan ke gotong royongan juga melestarikan tradisi adat peninggalan nenek moyang kita.

Yang paling mencuri perhatian, pertandingan gulat okol tradisional. Pasalnya pertandingan layaknya seni beladiri profesional.

Disetiap pertandingannya dipimpin dua pelandak (juri) yang bertugas mengawasi pertandingan untuk menjaga sportivitas.

Dalam pelaksanaan gulat okol ini, digelar tanpa hadiah maupun mencari pemenang. Sebab tradisi ini, dijalankan untuk menjaga sekaligus melestarikan budaya daerah.

Selain itu, gulat okol sangat populer di kalangan masyarakat setempat mulai anak-anak hingga dewasa.

“Sebelum gulat okol, masyatakat menyelenggarakan tasyakuran dengan ritual sedekah bumi. Umumnya warga membawa hasil panen sawah dan tambak,” terang tokoh masyarakat setempat, Wongso Noto Negoro.

Ini peninggalan nekek moyang hingga saat ini masih dilestarikan. Setiap tahun dilaksanakan oleh warga Dusun Wongso. Hal itu dilakukan dalam rangka sedekah bumi.

“Lomba ini wujud dari kreasi perempuan sama perempuan, tapi mencari keseimbangan. Bagi yang menang lemba, dari pihak panitia diberi uang. Bagi perempuan yang menang 100 ribu yang kalah 100. Tapi kalau laki-laki yang menang 100 yang kalah 50 ribu,” tambah Wongso Noto Negoro.

Sementara Nurhamim wakil ketua DPRD Gresik menilai kegiatan ini timbul kebersamaan warga. Pertandingan Okol menghibur untuk kita semua. Ini harus terus dilestarikan.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini. Kendati saling berhadapan sampai adu tenaga dan fisik, tapi tetap tersenyum,” ucapnya.

PicsArt_10-01-07.02.30

Pantuan BrataPos.com di lokasi pertandingan gulat okol, para peserta tidak hanya didominasi bapak-bapak. Beberapa emak-emak tak mau kalah dalam adu gulat di atas ring.

Emak-emak yang menjadi peserta pada gulat okol ini menjadi primadona masyarakat. Sebab mereka bukan pegulat terlatih, melainkan peserta dadakan dan emak-emak yang terbilang pemberani.

Diiringi lantunan musik gamelan khas Jawa Timuran, masing-masing peserta berusaha menjatuhkan lawannya di atas matras yang terbuat dari jerami. Tentu pertarungan itu mendapat sorak sorai penonton untuk menambah semangat peserta.

“Pertandingan ini wujud masyarakat Bongso Wetan dalam melestarikan tradisi leluhur. Ritual tahunan ini, merupakan adat budaya yang sudah turun temurun,” ungkap ketua panitia, Abdul Kadir.

Menurutnya, ritual sedekah bumi dan gulat okol tradisional ini digelar atas partisipasi dan swadaya, dari sekitar lima ribu Kepala Keluarga (KK) Dusun Bongso, Desa Pengalangan.

Reporter : jml/dewo
Editor/Publisher : wo

REKOMENDASI UNTUK ANDA