oleh

Wabup Buru Angkat Bicara Penolakan Masyarakat Atas Rencana Pengembangan Pariwisata Di Danau Rana

-Terbaru-470 views

Kab.Buru,bratapos.com-Perihal penolakan masyarakat terhadap rencana pengembangan parawisata diwilayah dataran Rana Kabupaten Buru, perlu dicermati dan dilihat dari berbagai aspek. Normatifnya, kami sebagai penyelengara pemerintahan didaerah, berkeinginan besar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, sekaligus meningkatkan taraf ekonomi masyarakat didalamnya, masyarakat adat didataran Rana. Kami berupaya untuk menghapus STIGMA bahwa masyarakat adat itu terbelakang, kurang terpelajar dan belum berinteraksi dengan masyarakat moderen. Benar bahwa untuk mewujudkan hal tersebut perlu EFFORT yang luar biasa,  kemungkinan ketersingungan pasti ada namun ini telah menjadi resiko dalam proses pembangunan didaerah manapun apabila kita berkaitan dengan masyarakat adat setempat. Rabu (25/09)

Unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa adat Buru terutama yang  berasal dari Dataran Rana perlu disikapi dengan bijak, Kami menghargai masukan adik – adik mahasiswa asal buru Namun perlu diperjelas bahwa  kami selaku pemerintah daerah berupaya memanimalisir keterasingan Dataran Rana dengan memaksimalkan pembangunan berbagai infrakstruktur penunjang bagi masyarakat adat, sekaligus berupaya meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat melalui berbagai program parawisata ” DANAU RANA SAPA DUNIA ” yang diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pembangunan ekonomi lain di Dataran Rana. Apabila dalam eksekusinya terdapat hal – hal yang tidak pas menurut pihak – pihak tertentu, kami membuka diri untuk berbagai masukan untuk adik – adik mahasiswa, saya mengajak untuk berpikir KONSTRUKTIF dan SOLUSIONAL.

Kata Wakil Bupati Buru AMUSTOFA BESAN. SH saat dikonfirmasi Wartawan Bratapos.Com diruang kerja kantor bupati buru mengatakan “” Saya pribadi perlu mengklsrifikssi beberapa hal terkait  program DANAU RANA SAPA DUNIA yang merupakan program jangka panjang yang mana proses perencanaan telah ada sebelum saya menjabat selaku Wakil Bupati Buru, tujuannya,  positif. Hanya saja saya tidak pernah diberikan BRIEPING maupun penjelasan teknis melalui program DANAU RANA SAPA DUNIA dari Dinas parawisata yang secara teknis bertanggung jawab dalam mengeksekusi program tersebut.

Dinas parawisata sama sekali tidak berkomunikasi dengan kami selaku Wakil Bupati Buru baik secara lisan bahkan tulisan yang menjelaskan mengenai program (Danau Rana menyapa Dunia) secara kongkrit. Sebelumnya kami tidak mengetahui secara Spesifik mengenai program tersebut dan saya selaku Wakil Bupat Buru, baru mengetahui duduk persoalan ketika terjadi demo yang dikordinir oleh mahasiswa dan mahasiswi buru dikota madya Ambon,  seharusnya ketika mengekeskusi program tersebut Kadis parawisata dapat terlebih dahulu berkonsultasi dengan kami, baik itu sebagai Wakil Bupat Buru maupun sebagai bagian dari masyarakat adat,agar kondisi seperti ini harus dapat dicegah.

Dalam kaitan dengan program (Danau Rana menyapa Dunia).  Dinas parawisata Kab Buru perlu memperhatikan kedudukan Danau Rana sebagai situs yang dianggap (sakral/keramat) dan merupakan pusat peradaban bagi masyarakat adat di Dataran Rana.

Saya selaku anak adat memiliki tangung jawab besar untuk menjaga, merawat nilai adat serta kesakralan budaya didataran rana yang diwariskan oleh leluhur dari 24 marga suku adat yang mendiami pulau buru, untuk itu saya mengajak kita semua untuk bersama -sama menjaga eksistensi nilai budaya adat istiadat dan kesakralan Danau rana agar selalu dilindungi dari penggaruh Negatif Globalisasi.

Kita. harus belajar dan mengambil contoh dari beberapa daerah diluar pulau buru, alkulturasi dan asimilasi kebudayaan yang telah mendegradasi nilai budaya asli penduduk asli setempat dan jangan sampai hal tersebut terjadi di Danau Rana, red…. Harap Wakil Bupati.

Melihat bahwa sejauh sebelum bergulirnya program tersebut, Danau Rana sendiri sudah banyak menarik perhatian jutaan mata karna pemandangan alam yang eksatis.

wartawan.s.kaidupa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REKOMENDASI UNTUK ANDA