oleh

Sita Eksekusi Janggal, Pembina Yayasan Minta PN Ambon Jelaskan Putusan MA. Ambon .

Kab. Maluku Tengah,bratapos.com-Muhammad Umarella salah satu Pembina Yayasan Pendidikan Darussalam Maluku, meminta pengadilan Negeri menjelaskan putusan Mahakama Agung (MA).soal aset-aset kampus yang akan di eksekusi,karena sita eksekusi Janggal.

Umarella yang dikonfirmasikan media bratapos.com.Kamis,19/9/2019 di Universitas Darusalam Tulehu Kec.Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku menyampaikan, dirinya sangat kecewa sekali dengan adanya sita eksekusi Pengadilan Negeri Ambon terhadap aset-aset kampus.yang tidak jelas ini.

Menurutnya,dalam putusan Mahkamah Agung yang telah dibacakan tidak menentukan aset-aset mana yang akan disita eksekusi. Apalagi proses sita eksekusi tersebut, telah diajukan penundaannya ke PN Ambon. Menurut Umarella lebih lanjut, putusan tersebut ada pada Kampus Darusalam Tulehu. Dan dalam putusan tidak menjelaskan aset mana yang akan dieksekusi.

” kami  telah melampirkan tembusan permohonan penundaan sita eksekusi kepada Pengadilan Negeri Ambon, kepolisian dan Ombudsman RI perwakilan Maluku, tetapi kenapa harus terjadi demikian?” ….Dan ada apa sebenarnya dari semua ini”? Ucapnya.

Padahal lanjut Umarella, didalam rekonvensi, sah dan mengikat secara hukum Yayasan Darussalam yang lama beralih menjadi Yayasan Pendidikan Darussalam Maluku, maka semua aset yang ada didalamnya adalah termasuk mahasiswa, dosen , dan semua aset lainnya.

Dirinya  menilai dalam amar putusan MA ada tumpang tindih didalamnya, harus dijelaskan dalam amar putusan itu bahwa aset mana saja yang akan disita. Selain itu, salah satu Dosen Yayasan Pendidikan Darusalam Tulehu Kifli kepada media bratapos.com.  Mengatakan Pra eksekusi ini. Harusnya, Pengadilan Negeri hanya mencatat aset-aset kemudian dibahas dulu bersama.Salah satu dosen yg menolak disebut namanya merasa bersyukur dengan sita eksekusi ini, karena ternyata hanya “pengamanan” aset oleh negara/PN karena obyek kampus masih dlm sengketa, jadi bukan sita dan diserahkan kepada pihak yayasan Darusalam ambon di Wara. Apalagi menurut yang bersangkutan walaupun disita/dalam pengawasan PN, tetapi Unidar dibawah YPDM di Tulehu tetap dapat beraktifitas seperti biasanya termasuk wisuda, dan ini sesuai penyampaian juru sita PN pada saat sita eksekusi kamis kemarin.

Dalam kesempatan yang sama pula, salah satu mahasiswa Yayasan Pendidikan Darusalam Maluku Nardi dari Fakultas FKIP yang dikonfirmasi,menyampaikan untuk tidak menimbulkan hal hal dikalangan Universitas dan tidak menganggu proses perkuliahan dirinya meminta perhatian pemerintah Provinsi Maluku yang dalam hal ini Gubernur Maluku Murat Ismail terkait persoalan ini.

 

Reporter : Sarbin

editing/publish : Wit

REKOMENDASI UNTUK ANDA