oleh

CV. Central Besi Pratama Nyolong BBM Bersubsidi? (Epsd – I)

Sidoarjo , Bratapos.com – Berdasarkan informasi yang di peroleh awak media dari salah satu karyawan CV. Central Besi Pratama yang namanya tidak mau disebut dalam pemberitaan ini, di informasikan bahwa, dalam aktifitas usahanya CV. Central Besi Pratama yang berlokasi diAlamat gudang KM. 25.3 CV. Sentral Besi Pratama Jl. Raya Sidorejo Kanigoro, keboharan Sidoarjo, kabupaten Sidoarjo, Jawa timur diduga dalam mengoperasikan 2 Forklift dengan menggunakan BBM bersubsidi Jenis Solar.

Kepada awak media Himawan Aji Nugroho selaku ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara (LAIBPAN) Kabupaten Sidoarjo mengatakan, berdasarkan beberapa rekaman video yang kami miliki, dalam aktifitas usahanya diduga terdapat pelanggaran hukum yang dilakukan.

Masih Himawan, pelanggaran hukum yang dimaksud adalah dengan melakukan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi jenis Solar yang dipergunakan untuk kegiatan operasional Forklift yang ada didalam pergudangan.

Lanjut Himawan, modus penyimpangan yang mereka pakai adalah dengan memodifikasi tangki bahan bakar yang ada pada truck nopol L 9679 AC dengan atas nama Yulius Gunawan sendiri selaku bos dari CV. Central Besi Pratama,

Modus yang mereka pakai adalah dengan dengan cara menambahkan satu tanki tempat bahan bakar berkapasitas 100 liter pada truck dengan nopol L 9679 AC yang kusus untuk membeli Solar dari salah satu SPBU kemudian di tab ke jerigen dan selanjutnya dipergunakan untuk kegiatan operasiaonal Forklift yang ada didalam gudang.

Lebih lanjut Himawan mengatakan, ” menyikapi temuan tersebut, pihaknya pada jumat tanggal 27 September 2019 akan melakukan laporan resmi ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (POLDA JATIM) atas dugaan telah Pasal 55 Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak bumi. berbunyi “Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000 (enam puluh miliar rupiah)”. Kami akan mengawal proses hukumnya hingga tuntas.” Tegasnya – ( Bersambung )

Reporter : edwin rio

Editor / Publisher : dr

REKOMENDASI UNTUK ANDA