oleh

IWO Sulsel Desak Kepolisian Tangkap Oknum Pemukul Wartawan

Makassar , Bratapos.com – Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi saat meliput aksi mahasiswa di gedung DPRD Provinsi Sulsel, selasa (24/9/19).

Sedikitnya tiga wartawan dari media online berbeda menjadi korban pada aksi yang berujung bentrok.

Ketiga wartawan yakni Muh Darwin (Antaranews.com), Muh Saiful Rania (inikata.com) serta Ishak Pasibuan (Makassartoday.com). Penganiayaan terhadap wartawan di duga di lakukan oleh oknum aparat kepolisian yang berada di sekitar jembatan Fly Over Jalan Urip Sumoharjo yang menjadi titik aksi para mahasiswa.

Peristiwa tersebut mengundang kecaman dan protes keras dari beberapa asosiasi wartawan, salah satunya datang dari Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel.

Menurut Zulkifli Thahir, Ketua IWO Sulsel bahwa kejadian seperti itu sebenarnya tidak perlu terjadi lagi, oknum aparat harus sudah mengetahui keberadaan teman-teman wartawan di lapangan saat meliput peristiwa.

“Selalu saja terjadi sepertinya aparat tidak bisa mengenali mana wartawan mana demonstran, kan, bisa di lihat dari atribut dan ID Card-nya yang pasti di gantung di leher teman-teman wartawan, kok, tidak dikenali”, geram Ketua IWO Sulsel ini.

Lanjut Abang menjelaskan kalau wartawan dalam bertugas itu mendapatkan perlindungan hukum sebagaimana tertuang pada Pasal 18 dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Wartawan dalam bekerja melalui Pasal 4 poin ke 3 berbunyi, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers mempunyai hak mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi”, jelasnya.

Di lanjutkan Ketua IWO Sulsel bahwa Pasal 6 poin a, pers memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Untuk sanksi, sebagaimana Pasal 18 di UU Pers No. 40 Tahun 1999, pidana paling lama dua tahun penjara atau denda paling banyak 500 juta.

“Kami mengecam dan mendesak Kapolda untuk segera mengusut oknum penganiaya wartawan dan diberi sanksi seberat-beratnya agar bisa menjadi efek jera dan kejadian ini adalah terakhir kalinya”, harapnya.

Ketua IWO Sulsel ini juga meminta pada Kapolda agar membekali anggotanya untuk lebih paham akan UU Pers No. 40 tahun 1999 dan membuat protap (prosedur tetap) penanganan aksi-aksi di lapangan.

“Selain wartawan ada petugas medis juga yang tidak bisa aparat semena-mena memperlakukan dua profesi tadi, jadi mohon segera menindak oknum penganiaya wartawan”, pungkasnya.

Reporter : hakim

Editor / Publisher : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA