oleh

Dukung Kapolres Usut Bisnis Piramida Q-net, 3000 lebih Warga Lumajang Turun Kejalan

LUMAJANG , Bratapos.com – Kurang lebih sekitar 3000 (tiga ribu) Warga Masyarakat Lumajang, turun kejalan guna mendukung Kapolres Lumajang AKBP.DR.Muhammad Arsal Sahban SH.SIK.MM.MH.yang sedang menuntaskan kejahatan skema piramida Qnet. Dan puluhan korban bisnis skema piramida Q-net dari Masyarakat Lumajang ikut turun dalam aksi dukungan terhadap Kapolres Lumajang serta team Cobra untuk menuntaskan kasus tersebut. Rabu (18/09/2019).

IMG-20190921-WA0043

Kita ketahui bahwa, dari ratusan ribu korban qnet tersebar di seluruh Indonesia seperti Aceh, Medan, Riau, Pekan Baru,dan sebagian besar dari Provinsi Kalimantan Barat, Jogjakarta, Solo, Kediri, Trenggalek, Sulawesi Tenggara dan kota – kota lainnya di Indonesia.

Korban rata-rata adalah orang kecil dan diiming-iming kekayaan secara instan dengan doktrin UGD yaitu Utang, Gadai, Dol (jual)sehingga banyak diantara mereka yang menjual Sapi, motor, sawah, elktronik perhiasan dan sampai banyak yang terlilit hutang.

Keberanian Kapolres Lumajang, menangkap salah satu orang penting di Q-net mendapat apresiasi dari Masyarakat Indonesia karena korban-korban yang berjatuhan di mana-mana.

IMG-20190921-WA0042

Kapolres Lumajang AKBP. DR Muhammad Arsal Sahban SH. SIK. MM. MH., telah mengungkapkan bahwa, ”Kejahatan bisnis Skema piramida sudah lama dilarang di Negara – Negara maju lainnya, seperti yang dicontohkan oleh Inggris, mereka sudah membuat aturan yang bernama pyramid scheme selling regulation yang dikeluarkan pada tahun 1937. Singapura, Amerika dan Negara-Negara maju lainnya. umumnya telah melarang karena sangat berbahaya dan rentan digunakan sebagai sarana money games”

“Di Indonesia sendiri, aturan terkait Bisnis Skema Piramida diatur dalam undang – undang perdagangan No 7 di tahun 2014. Bahwasannya melarang bisnis dengan skema piramida. Bisnis dengan skema piramida akan sangat rentan disusupi money game seperti yang dilakukan oleh Qnet”

“Berdasarkan teori, yang diuntungkan hanya 13% sedangkan 87% pasti akan rugi. untuk itulah model bisnis Skema piramida ini dilarang di Indonesia bahkan di dunia” tegas pria yang menyelesaikan S3 di Universitas Padjajaran tahun 2010 di kota Bandung tersebut jurusan hukum bisnis.

IMG-20190921-WA0041

Bupati Lumajang M. Thoriqul Hak atau biasa disapa cak Thoriq yang ikut angkat bicara juga mengatakan “Saya akan ada untuk Kapolres yang sedang menangani kasus besar terkait bisnis dengan Skema piramida yang dilakukan oleh Q-net.
Saya tidak terima jika warga saya menjadi korban. Banyak Masyarakat saya yang menjual sapi satu-satunya, menjual sawah satu-satunya, menjual motor satu-satunya bahkan ada yang meminjam kesana sini akibat dicuci otaknya. Kami ada untuk Kapolres, apabila usul ditolak dan kritik di larang maka hanya ada satu kata LAWAN” tegas Thoriq.

Reporter :: Shelor

Editor / Publisher : dr

REKOMENDASI UNTUK ANDA