oleh

Parah, BPJS Situbondo Diduga Nunggak Dana ke RSUD Abdurrahem

Situbondo , Bratapos.com – BPJS Situbondo diduga menunggak dana untuk pasien ke RSUD Abdurrahem Situbondo, Jawa Timur selama 4 bulan terhitung sejak bulan Mei hingga September 2019.

“Besaran tunggakan keuangan itu sekitar RP. 19,5 milyar “. Hal tersebut dikatakan Direktur RSUD Abdurrahem, dr. Toni Wahyudi, M.Kes pada Bratapos, Jum’at (20/9).

Akibatnya pihak RSUD Abdurrahem kelimpungan. Menurut dr. Toni dengan adanya tunggakan hingga Rp. 19,5 milyar dari BPJS itu pihaknya terpaksa menalangi untuk biaya operasional dengan meminjam pada distributor obat.

” Padahal saat rapat dengan BPJS kami seringkali menanyakan kapan dana pasien mau dibayar. Tapi jawabannya tetap sama alasannya belum ada dana dan menunggu subsidi dari puast, “ungkapnya.

IMG-20190920-WA0163

Selain meminjam dana pada distributor obat, untuk mensiasati mandegnya aliran dana BPJS, pihaknya juga menggunakan dana kas RSUD Abdurrahem. Setiap bulannya besaran dana yang harus di bayar BPJS ke RSUD Abdurrahem sebesar Rp. 4,5 milyar, ” Tunggakan BPJS ke kita sudah rutin terjadi, setelah tiga bulan baru dibayar, “terang Toni.

Toni menambahkan tunggakan BPJS terhadap RSUD Abdurrahem itu awalnya terjadi sejak bulan Januari 2019, namun itu sudah dibayar. Ini menyusul sejak adanya temuan secara nasional BPJS bermasalah dengan keuangan.

Akibat persoalan keuangan itu berimbas ke daerah karena layanan rumah sakit terhadap pasien ikut-ikutan bermasalah. Ditanya penyebab nunggaknya BPJS Situbondo ke RSUD Abdurrahem apa karena persoalan itu, dengan diplomatis dr Toni mengatakan dirinya tidak mengetahui apakah nunggaknya BPJS Situbondo akibat persoalan keuangan itu.

IMG-20190920-WA0165

” Wah saya tidak tahu tunggakan BPJS ke kita karena apa. Memang secara nasional BPJS bermasalah “ujarnya.

Diakhir wawancara, dr Toni berharap agar BPJS Situbondo membayar hak-hak pasien RSUD Abdurrahem tepat waktu, sehingga pihaknya bisa nyaman bekerja melayani masyarakat.

” Meskipun pihak BPJS belum bayar ke kita, pelayanan tetap kita utamakan, karena pasien berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik, “jelasnya.

Untuk keseimbangan berita Bratapos mencoba mengkonfirmasi pihak BJPS Situbondo. Saat bertemu dengan pihak keamanan BPJS Situbondo, dikatakan pimpinannya sedang tidak ditempati. Pihak keamanan tersebut juga mengatakan jika karyawan yang ada tidak bisa memberikan keterangan apa-apa. Sehingga Bratapos tidak menemukan jawaban sebagai penyeimbang berita.

Reporter : Dayat/Afre

Editor / Publisher : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA