oleh

DUO SEBATANGKARA,POTRET MINI LEMAHNYA KINERJA APARATUR PEMERINTAH, SALAH SIAPA?

SITUBONDO , Bratapos.com – Mencuatnya pemberitaan “lolosnya” bu Salya(Bratapost,Sebatangkara)Selasa 15/9/2019,dari sentuhan kerja sosial pemerintah daerah, bertahun tahun tidak mendapat bantuan program terhadap warga miskiin(RASKIN/RTLH,dll), nampaknya bu Salya tak sendiri. 

Hal ini terungkap ketika Bratapost kembali mendatangi bu Salya terkait langkah solutif CAMAT Asembagus Andi Jaka Setiawan dengan memberikan bantuan pribadi dan digelontorkannya bantuan beras 10 kg dan telur, Kamis 16/9/2019 didapati hal serupa dilingkungan yang sama.
Bu Mahwi warga RT 01/ RW 03 mengalami nasib serupa bahkan bisa jadi lebih parah. Dengan kondisi fisik kaki lumpuh total karena pernah terjatuh serta saki sakitan karena sudah tua bu Mahwi hanya bisa meratapi nasibnya sebatangkara yang tidak pernah mengerti kenapa bantuan hanya diberikan kepada warga sekitarnya sedang dirinya tidak bertahun tahun.
Dikonfirmasi dikantornya Kepala Desa Wringin Anom Ali Ansur mengatakan,” sebenarnya saya merasa senang jika warga saya yang kurang mampu mendapat bantuan dari pemerintah namun sering mereka tidak menyerahkan dan melengkapi data kependudukannya”. ujarnya berusaha menyalahkan warganya.

Menjawab pertanyaan ketua tim investigasi LP KPK,Taufan Wijaya, terkait tidak masuknya Salya dan Mahwi dalam daftar penerima bantuan, kembalih Ali Ansur berkilah bahwa data yang dipakai data AKP tahun 2013-2015 bukan data baru,sedang saya bertugas tahun 2017 dan setiap tahun data selalu di up date disana akan muncul masyarakat saya yang miskin, sangat miskin, kaya, semuanya jelas di data itu jika ada yang salah ya saya tidak dapat menyalahkan RT, P Kampung ataupun BPD.

Wijaya sangat menyayangkan kurang proaktifnya Petinggi petinggii desa, seharusnya mereka digaji bekerja lebih cermat, awas serta membantu data warga yang belum lengkap bukan dengan hanya menunggu, kan tidak semuanya yang tidak bisa paling satu dua, ujarnya menahan kecewa.

Pantauan awak media Bratapost beserta lembaga KPK R. Panji Sungkowo menduga BPD Wringin Anom kurang bernyali dalam menjalankan fungsinya sebagai pengawas terhadap kinerja pemerintah desa sehingga bantuan terhadap warga miskin salah sasaran. Sungkowo menduga ada pembiaran, padahal kalau BPDnya bertindak tegas dan dipimpin orang orang kridebel hal seperti ini mestinya tidak terjadi.

Ditempat terpisah Andi Jaka Setiawan menyampaikan,”kemaren saya juga sudah turun ke lokasi dan memberikan bantuan seadanya dan kami sudah cek data bu salya sudah masuk dalam data AKP, jadi saya sudah merasa lega, terimakasih telah memberitakannya ini sekaligus merupakan koreksi bagi saya.

Reporter : afree

Editor / Publisher : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA