oleh

Warga Dusun Bendil , Turun Aksi Ke Kantor Bupati

GRESIK, BrataPos.com – Puluhan orang yang mengatasnama warga Dusun Bendil Desa Kepatihan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik melakukan unjuk rasa di kantor Bupati Jl. Dr. Wahidin SH Bunder, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik Rabu (18/9/2019).

Para aksi itu, berbagai poster yang dipajang atau diperlihatkan di depan gerbang pintu masuk kantor Bupati. Secara bergantian warga melakukan orasi. Dalam aksi damai itu, juga hadir kepala Desa Kepatihan yang baru dilantik Dodik Suprayogi.

Dalam aksinya warga meminta pada Bupati Sambari Halim Radianto turun langsung untuk menangani permasalah waduk. Pasalnya warga mengklaim, bahwa tanah yang sekarang sudah diuruk oleh Husen Zainal adalah waduk.

Sesuai data yang diperoleh oleh Brata Pos, bahwa objek seluas 12.900 m2 sebagaimana Petok D No.173 Persil 143 kelas S III atas nama Husen Zainal alias Ach. Husin yang di sengketakan salah kapra. Pasalnya sejak tahun 1984 objek tersebut sesuai petok D atas nama Husen Zainal.

Brata Pos juga menemukan data bahwa, permasalahan ini sudah tidak dipermasalhakan. Karena, sesuai Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) No. 10/P/FP/2017/PTUN.Sby dan berdasarkan bukti-bukti dan fakta hukum dalam persidangan, telah terbukti secara hukum tanah tersebut adalah milik Husen Zainal alias Ach. Husin.

Tidak hanya itu Brata Pos menemukan bukti, bahwa pada saat rapat di Kecamatan Menganti, di Dinas Pertanahan dan BPN bahwa kasun Bendil Sunardi mengakui sebenarnya waduk itu lebarnya hanya 4 meter dan berupa gundukan tanah galengan. Bukan berupa tambak yang ada airnya.

Hal itu diperkuat dengan adanya surat Berita Acara Kesepakatan Damai yang telah ditandatangani pada tanggal 18 Januari 2019 oleh Husen Zainal alias Ach. Husin dan Kepala Dusun Bendil, Sunardi beserta saksi-saksi diantaranya Kepala Desa Kepatihan, Perwakilan dari Tokoh Masyarakat Dusun Bendil, Erfak dan juga perwakilan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kepatihan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik.

PicsArt_09-19-06.03.53

Sementara Korlap aksi Herman mengatakan, awalnya memang dari dulu nenek moyang tanah itu waduk fasilitas umum. Kantor BPPKAD pun menurut Nyoman bahwa itu waduk. Namun oleh oknum Kepala Desa (Kades) mengambil alihkan waduk tersebut menjadi hak milik tanpa musyawarah warga. Sehingga warga kami menuntut waduk kembali seperti semula.

“Sekarang dikuasai oleh perorangan. Sekarang sudah diratakan. Rencananya mau dijadikan kaplingan. Waduk tersebut sekarang atasnama Husen Zainal. Kami berharap kembalikan tanah negara,” kata Herman mantan ketua RW Dusun Bendil.

Usai melakukan aksi, perwakilan warga dusun Bendil yakni Taufik di terima masuk di ruang rapat kesbangpol Gresik untuk mediasi dengan Hari Suryono selaku asisten 1, Sudarman kakesbangpol pemda Gresik, BPN Gresik yang di wakili Dading, Bidang hukum pemda Gresik Adi DPPKAD, Bidang perijinan Mustofa, semua tuntutan warga di terima dan akan di sampaikan ke Bupati Gresik.

Di tempat terpisah Kepala Kantor (Kakan) BPN Gresik Asep mengatakan, setelah melihat bukti-bukti yang diserahkan kan oleh korlap aksi maupun dari pihak pengacaranya pada kami setelah dipelajari sudah ada surat perdamaian dan putusan PTUN jadi itu tidak ada masalah.

Reporter : jml
Editor/Publisher : wo

REKOMENDASI UNTUK ANDA