oleh

Kasun Bendil Angkat Bicara Atas Demo Yang Mengaku Warga Bendil

GRESIK, BrataPos.com – Akibat demo yang dilakukan oleh sebagian warga Dusun Bendil, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada 18 September 2019 di kantor Bupati Gresik mendapat tanggapan dari kepala Dusun Bendil Nardi. Kamis, 19 September 2019.

Pada saat ditemui di kan kepala Dusun Bendi Nardi mengatakan, terkait aksi demo yang dilakukan sebagian warga dusun Bendil itu adalah bentuk aksi yang dibuat oleh warga yang tidak puas, atau memang tidak tahu dengan status tanah tersebut.

“Di buku C Desa jelas atas nama Husin Zainal. Sebenarnya permasalahan itu sudah ada penyelesaian antara pengurus dusun dan tokoh masyaranakat, tokoh agama, anggota BPD wilayah dusun Bendil dengan pihak yang mempunyai surat atas tanah tersebut yang di jembatani oleh Nemu waktu itu masih menjabat kepala Desa Kepatihan,” katanya.

Sedangkan, dari kepala dusun sudah mensosialisasikan kepada warga, bahwa tanah tersebut benar atas nama Husen Zainal Persil 143 dan C 1173 blok 12 No. 85.

“Sesuai pertemuan rapat yang di laksanakan di Pendopo Kecamatan Menganti yang dihadiri oleh Muspika dan kasi humas Pemda Gresik terkait pemabahasan laporan yang dilakuakan oleh Bejo Sumanto dan Hermanto terkait tanah milik perorangan yang dianggap mereka status tanah waduk,” jelasnya.

Dari pengurus dusun lanjut Nardi dan pemerintah desa tidak ikut campur dengan laporan Bejo dan Hermanto. Karena dari pengurus dusun dan pemerintah Desa sudah paham dan tahu kalau tanah tersebut adalah tanah milik perorangan bukan tanah waduk yang seperti dilaporkan oleh Bejo.

“Seandainya adanya kegiatan yang masuk ke ranah hukum semua itu diserahkan penutupan akses tersebut,” pungkas Nardi Kasun Bendil.

Reporter : jml
Editor/Publisher : wo

REKOMENDASI UNTUK ANDA