oleh

DUA KEPALA SEKOLAH DI DESA UKALAHIN BANTAH PERNYATAAN KOMITE SEKOLAH DIVIDIO YANG BEREDAR

BURU , Bratapos.com – Dua Kepala Sekolah SD N 9 Fenalisela Yanes Nacikit dan Kepala Sekolah SMP N 44 Buru Frangki Waemese bantah informasi penyampaian Video pernyataan Ketua Komite Sarohang Waemese pada vidio berdurasi 2 Menit, 53 Detik. Klarifikasi tersebut di sampaikan pada Wartawan Bratapos.com di Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Pada Kamis, 19/08/2019.

Adapun yang di samapaikan Frangki Waemese Kepala Sekolah SMP N 44 Buru bahwasanya Vidio tersebut merupakan Video lama dan pernyataannya yang di tuduhkan pada sekolah kami tidak benar.

“Video itu merupakan vidio lama, karena di buat tahun 2018, dan segala pernyataannya tidak benar. Sampai saat ini kegiatan proses bajar mengajar tetap jalan di sekolah kami. Adapun beberapa foto yang memperlihatkan kondisi sekolah berantakan dan rumput yang hampir membelit sekolah itu kemungkinan di ambil saat sekolah libur semester”, ungkap Frangki Waemese Kepala SMP 44 Buru saat memberikan klarifikasi.

Hal ini pun dibenarkan Remon Nacikit selaku pembuat Vidio tersebut,” Iyah vidio ini di buat 2018 lalu atas permintaan Bapak Sarohang Waemese yang merupakan Komite Sekolah dan Tokoh Masyarakat.Saat di konfirmasi terkait vidio tersebut di Namlea, Kamis, (19/09/2019).

Lebih lanjut menurut Frangki Waemese, dia juga menjelaskan Kalau memang kegiatan sekolah tidak jalan tidak mungkin kami menyekenggarakan ujian pada Ujian Nasional tahun ini dan telah ada lulusannya.

Sementara kondisi di foto awal merupakan gedung sekolah lama dan di foto saat libur sekolah, dan saat ini kami mendapatkan pembangunan dua ruangan kelas baru yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) 2019 fisik bidang pendidikan, selain itu kami sedang menyiapkan sertifikasi sekolah yang rencananya besok akan naik ke Ukalahin bersama tim dari dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru, lanjut Waemese.

Sedangkan kepala SD Negeri 9 Fena Lesila Yanes Nacikit membantah segala pernyataan yang di tuduhkan itu tidak benar. “Rekan-rekan bisa kroscek langsung ke lokasi kalau proses belajar-mengajar jalan sebagaimana biasanya, dan tahun ini sekolah kami meluluskan 11 orang murid, jadi tidak mungkin tidak ada proses belajar disekolah kami”, Ungkap Nacikit.

Sebelumnya diberitakan:
Beredar Video Pernyataan Komite Sekolah Membuka Borok Boroknya Pelayanan Pendidikan, Format Buru Jakarta Berharap Dua Kepala Sekolah Diefaluasi.

Reporter : A. Purnama

Editor / Publisher : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA