oleh

Pemeriksaan IVA Bagi Wanita Deteksi Dini Kanker Serviks

BLORA, BrataPos.com – Puskesmas Sonokidul melalui bidan desa Umi Kolsum dan petugas kesehatan Muntarti melakukan pemeriksaan IVA di PKD desa Buloh, Kecamatan Kunduran Blora selama dua hari (11-12/9/19).

Hadir dalam kegiatan tersebut camat kunduran Sri Handayani dan warga kurang lebih 500 orang.

Menurut petugas kesehatan puskesmas Sonokidul yang akrab dipanggil Tri mengungkapkan jumlah perempuan yang melakukan deteksi dini kanker serviks baru 5 persen di seluruh Indonesia, angka itu sangat sedikit.

“Deteksi dini untuk melihat kemungkinan adanya gejala kanker mulut rahim itu baru sekitar 5 persen dari seluruh wanita yang eligible yang harus memeriksakan diri di seluruh Indonesia. Masih sangat sedikit,” kata Tri dalam keterangannya kepada wartawan.

Tri menambahkan rendahnya angka deteksi dini kanker mulut rahim karena ketidaktahuan dan kesadaran masyarakat yang masih minim terhadap pencegahan penyakit itu.

Tapi di desa Buloh ini masyarakat sangat antusias dan banyak yang datang. Dibutuhkan sosialisasi tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks, baik itu menggunakan tes IVA ataupun papsmear, agar kesadaran masyarakat bisa meningkat.

Menurut dia, peran Tim Penggerak PKK yang anggotanya perempuan yang sudah menikah sangat efektif bila dioptimalkan dengan tepat. Alasannya, pemeriksaan IVA ataupun papsmear untuk deteksi dini kanker serviks sangat dianjurkan bagi perempuan yang telah melakukan hubungan seksual.

Karena itu, Tri menyarankan perempuan untuk melakukan deteksi dini, minimal dengan tes IVA yang paling mudah dilakukan dan bisa didapatkan di Puskesmas.

“Untuk pemeriksaan IVA pembiayaannya kan sudah dijamin oleh BPJS, dan di PKD Buloh ini gratis,” jelasnya.

Kanker mulut rahim merupakan penyakit kanker tertinggi kedua yang acap diidap oleh perempuan Indonesia setelah kanker payudara. Kanker serviks juga berkaitan dengan tingginya perkawinan anak di Indonesia.

Tri mengemukakan bahwa perkawinan anak meningkatkan risiko penyakit kanker mulut rahim pada perempuan.

Alat kelamin wanita yang usianya di bawah 19 tahun masih sangat rentan terinfeksi berbagai virus. Sehingga berpotensi mengalami kanker serviks pada 15 tahun hingga 20 tahun yang akan datang.

“Dari hasil penelitian menunjukkan mereka yang terkena kanker serviks setelah ditanya kapan kamu pertama kali melakukan hubungan seksual itu di usianya rata-rata di bawah 19 tahun ini,” ujar Tri.

Reporter : bambang

Editor/Publisher : jml

REKOMENDASI UNTUK ANDA