by

PT.Asam Jawa Diduga Kuat Pecundangi Undang – Undang NKRI

SUMUT, Bratapos.com –  PT Asam Jawa merupakan Perusahaan yang bergerak di Perkebunan Kelapa Sawit yang letaknya berbatasan langsung antara Kabupaten Labuhan Batu Selatan dengan Kabupaten Rokan Hilir.Perusahaan yang luasnya Belasan ribu hektar tersebut sudah beroperasi sekitar 30 tahun,di duga keras merugikan Negara karena sebagian wilayah perkebunannya illegal, Lebih Kurang 1080 Hektar tidak memiliki Hak Guna Usaha. PT. Asam Jawa mengklaim secara besar-besaran bahwa perusahaannya berhasil dalam pengolahan limbah padat dan  cair,PT. Asam Jawa yang berada di Labuhan Batu selatan Sumatera Utara ini Menjadi pilot projek percontohan bagi perkebunan sawit sekitarnya dan bahkan perkebunan dunia pada umumnya,karena perusahaan sekelas perkebunan sawit Malaysia study bandingnya di perusahaan PT.Asam Jawa.

Kepala Resource and Development (RnD) PT. Asam Jawa, Ir Bronto membuat  statement maneuver yang mengungkapkan bahwa,”awalnya limbah sawit PT.ASAM JAWA cukup mengganggu, Bahkan dengan pengolahan yang kurang tepat, limbah sangat bau dan mengundang lalat untuk datang dan parahnya lagi selalu mendapat complain dari masyarakat sekitar,dulu kami membuang limbah itu sangat sulit, banyak di complain warga sekitar, sekarang limbah kami malah dicari orang untuk dibeli ,” kata Ir.Bronto.

Fakta Yang Sebenarnya Terjadi

Puluhan warga berkumpul di depan pabrik kelapa sawit PT. Asam Jawa di Desa Persiapan Sumber Mulia, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu, Senin (9/9/2019) siang.

Aksi yang diprakarsai Labusel Green Community (LGC) dan masyarakat bersama media baratapos, salah satu dari media yang ikut dalam penemuan fakta dilapangan sebagai bukti outentik untuk melakukan penuntutan dan pertanggungjawaban limbah pabrik PT.ASAM JAWA yang terus mencemari Sungai Pinang Awan di Desa Pangarungan.PT.ASAM JAWA diduga kuat telah mengkangkangi Undang-undang dan peraturan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini Bahkan perusahaan sawit didunia juga sudah dipecundanginya. Adapun pelanggaranya yaitu:

  1. Undang – undang pokok agraria nomor 5 tahun 1960
  2. Peraturan pemerintah nomor 40 tahun 1996 tentang hak guna usaha
  3. Peraturan pemerintah republik indonesia nomor 18 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun.
  4. Peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan republik indonesia nomor p.95/menlhk/setjen/kum.1/11/2018 tentang perizinan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun terintegrasi dengan izin lingkungan melalui pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik.
  5. Peraturan pemerintah republik indonesia nomor 101 tahun 2014 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun
  6. Peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan republik indonesia  nomor: p.22/menlhk/setjen/kum.1/7/2018/k.1/8/2018 tentang norma, standar, prosedur, dan kriteria pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik lingkup kementerian
  7. Keputusan menteri negara lingkungan hidup nomor : kep-51/menlh/10/1995 tentang baku mutu limbah cair bagi kegiatan industri lingkungan hidup dan kehutanan.
  8. Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang, Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dari pengamatan LSM dan awak media dilapangan, perubahan warna air yang kehitaman dan berminyak, sangat mencemari aliran sungai pinang awan, diduga tercemari dari limbah milik perusahaaan PMKS PT Asam Jawa.Karna tidak jauh dari badan sungai yang terletak di belakang PMKS PT.Asam Jawa ditemukan pipa saluran air limbah yang langsung mengalir ke badan air, yang diduga limbah berasal dari kolam intilasi pengolahan air limbah (ipal) milik PT Asam Jawa.

Pihak LSM , masyarakat dan media yang memantau langsung melakukan pelaporan ke instansi terkait berikut ke aparatur kepolisian terdekat.Namun pada saat pengambilan uji sampel air sungai dilakukan setelah 3hari setelah pelaporan.”Mana adalagi senyawa limbah B3 dari perusahaan PT.ASAM JAWA ditemukan di lokasi karena sudah berhari-hari,hal ini kami duga kuat adanya konspirasi untuk melindungi pelanggaran kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh instansi terkait berikut pihak kepolisian”Ungkat ketua LSM yang tidak mau disebutkan namanya.

Sedangkan Dari pihak perusahaan dengan sombong dan angkuhnya menutup diri dari pihak jurnalis yang hendak melakukan konfirmasi,baik di lokasi pabrik yang berada di kabupaten Labuhan Batu Selatan maupun dikantor HO PT.ASAM JAWA di kota Medan-Sumatera Utara.Pihak Bratapos sudah melayangkan surat permohonan untuk konfirmasi ,namun disaat menghantarkan surat tersebut Kepala Cabang Bratapos Handrianto dianggap karyawan perusahaan tersebut sebagai mahasiswa Labusel bersatu”Kenapa ngak jadi demonstrasi kemarin bang,Kami ngak takut pada aksi mahasiswa labusel bersatu,sudah siap-siap kami semuanya.”kata karyawan PT.ASAM JAWA.

Saat dikonfirmasi kepada semua rekan dan team yang ada di labuhan batu serta kota medan,tidak ada satupun aksi yang akan dilakukan didepan kantor HO PT.ASAM JAWA dijalan Gajah mada No.40-Medan tersebut.

“Kami mahasiswa Labusel merasa tertantang terhadap ucapan dari pihak perusahaan PT.ASAM JAWA,dalam waktu dekat akan kami lakukan aksi demonstrasi didepan kantor PT.ASAM JAWA” Ujar aktivis mahasiswa Labusel.

Menurut ketua umum PB ALAMP AKSI, Eka armada danu saptala. “PT.ASAM JAWA akan kami laporkan kepada RSPO,ISPO,komite Uni Eropa, Malaysian Palm Oil Board(MPOB), Palm Oil Resource Industri Malaysian(PORIM) serta Council Palm Oil production Country Indonesia-Malaysian”.tutup Eka armada danu saptala.

Reporter : handrianto

Editor : Dr

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA