oleh

“Kisah Korban Q-net Part 9”

Kejamnya Bisnis Q-net..!! Pakai Seribu Alasan Bohongi Keluarga, Hanya Karena Q-net

LUMAJANG , Bratapos.com – Kisah ini ditulis oleh sebuah akun Facebook yang bernama @Azizwangsalan. Ia menuliskan kisah pilu salah satu keluarganya tersebut yang bergabung di PT Q-net yang diposting ke Facebook Group ‘Sahabat M.A.S. Dalam pengakuannya dirinya menceritakan, adik kandungnya diajak oleh seseorang untuk ikut bekerja diperusahaan yaitu dibidang ekspor dan impor di daerah Cikarang. Minggu (15/09/2019).

Saat itu, sang penulis masih belum merasa curiga akan perusahaan tersebut. Namun, kejanggalan mulai muncul ketika sang adik minta uang Rp 8 juta kepadanya dengan alasan untuk biaya training ke Jogjakarta dan pembelian seragam. Sang penulis yang saat itu menjadi TKI di Korea Selatan, hanya menyanggupi permintaan sang adik Rp. 6 juta Rupiah.

IMG-20190916-WA0236

Sang penulis pun semakin curiga lantaran sang adik meminta sepatu dan juga laptop untuk dikirimkan kepadanya dengan alamat di daerah Bekasi, padahal saat itu sang adik mengaku sudah berangkat ke Jogjakarta. berselang waktu seminggu adiknya minta transferan uang lagi dengan alasan untuk membayar kontrakan satu tahun. Sang penulis pun bercerita bahwa dari sini dirinya sudah tak percaya, karena awalnya adiknya mengaku ikut training di Jogja selama 3 bulan padahal pabriknya berada di Bekasi.

Karena sudah tak dipercayai oleh sang kakak, si adik pun akhirnya sering merengek minta transfer uang ke orang tuanya dengan alasan untuk membeli makan. Namun demikian, sang penulis mengatakan ada perubahan terhadap adiknya tersebut dimana sang adik menjadi lebih sopan dan pura-pura rajin.

Namun dugaan sang penulis salah, karena ternyata sang adik kembali minta kiriman uang sebesar 3 juta Rupiah, Dirinya pun meyakini bahwa adiknya telah tertipu oleh seseorang,karena setiap kali dimintai bukti kwitansi pembayaran selalu beralasan. Hingga dititik puncak sang penulis, ia meminta bukti kontrak sang adik dan malah diberikan lembaran bukti penjualan milik teman nya.

IMG-20190916-WA0238

Si penulis pun akhirnya mulai menyelidiki sendiri dengan cara bertanya-tanya di grup miliknya, dan banyak yang menjawab itu adalah perusahaan Q-NET. iapun langsung menghubungi pihak keluarganya dan mengatakan agar tak lagi mengirim apapun kepada adiknya. Bahkan si penulis sempat marahi adiknya karena kejadian tersebut, nomer Whatsapp miliknya dan seluruh keluarganya diblokir oleh adiknya.

Si penulis pun berinisiatif untuk meminta orang tuanya mencari keluarga dari yang mengajak adiknya, untuk bergabung di perusahaan tersebut.setelah ketemu pihak keluarga yang mengajak, malah telah menggelontorkan uang hingga 12 juta Rupiah.

Sipenulis pun akhirnya meminta tolong kerabat yang berada di Margahayu Bekasi untuk mencari keberadaan adiknya dengan biaya bensin maupun lain nya akan ditanggung oleh si penulis. Dan akhirnya sang adik pun ditemukan masih sehat dan diajak pulang. Sang adik mengatakan bahwa laptop hasil kiriman dari sang kakak masih ada, namun setelah di cek di Cikampek sang adik mengatakan bahwa laptopnya hilang.

Setelah sampai di rumah, sang adik pun takut dimarahi oleh keluarga dan bersembunyi di kamar ibunya. Saking takutnya kepada si penulis, ia sampai berpesan kepada sang ibu untuk menyimpan kameranya yang ia beli seharga 15 juta Rupiah. Padahal awal pembelian kamera tersebut, si penulis persiapkan untuk adiknya jika ingin mendalami bidang fotografi.

Lama kelamaan, sang adik pun akhirnya bercerita bahwa yang mengirim SMS ke sang kakak maupun kepada keluarga sebenarnya bukanlah dirinya melainkan seniornya di PT Q-NET. Hal tersebut terjadi karena sejak awal HP miliknya telah disita oleh para senior. Selain itu, laptop hasil kiriman kakaknya juga dijual kepada salah satu senior dengan harga 2 juta Rupiah karena awalnya dirinya hanya bisa bayar Rp. 6 juta.

Reporter : Shelor

Editor / Publisher : zai