oleh

Pengamat:Itu Ruang Publik Kebebasan pers tidak boleh dibatasi

ROTE NDAO , Bratapos.com – Salah satu Akun Medsos A.n Cinta mulia menuliskan di status nya, oknum kepala desa (Kades) di Kabupaten Rote Ndao mengaku bahwa bagi wartawan yang akan melakukan peliputan dana desa di wilayah rote ndao di desanya harus mengantongi surat izin dari Bupati sesuai instruksi bupati . Sontak saja, ststus yang ditulis oleh akun cinta mulia tersebut mendapat kecaman dari sejumlah jurnalis di wilayah timur Indonesia tersebut.

Menanggapi pernyataan itu, pengamat komunikasi Universitas Pelita Harapan Jakarta, Emrus Sihombing mengatakan, berbicara kebebasan pers, siapa pun yang meliput di wilayah tanah air tidak boleh dibatasi.

Terkecuali ada suatu yang terkait terganggungnya keamanan, seperti adanya ranjau, akan tetapi sepanjang itu wilayah publik, wartawan berhak meliput.

“Sepanjang itu bukan masuk dalam persoalan privasi maka tidak ada yang bisa melarang pers untuk melakukan peliputan,” ungkap Emrus saat diminta tanggapannya, Minggu (15/9), terkait dengan status medsos cinta mulia yang menyatakan bahwa bagi wartawan yang melakukan peliputan harus mengantongi surat izin dari Bupati Rote Ndao.

Menurut Emrus, seorang pejabat ataupun instansi harus memberikan dasar hukumnya terkait dengan pelarangan wartawan yang meliput di desa ataupun instansi.

“Sepanjang itu ruang publik, saya rasa wartawan sah-sah saja meliput. Terkecuali di tempat tersebut memang ada sesuatu yang membahayakan. Seperti adanya panas bumi yang akan mengancam keselamatan wartawan itu sendiri, tentunya pihak instansi bisa saja melarang wartawan untuk meliputya,” tegas Direktur eksekutif EmrusCorner ini.

Lanjut Emrus, Jika seorang pejabat ataupun instansi melarang wartawan tanpa dasar hukum dan alasan yang jelas, menurut dia, merupakan tindakan yang berlebihan. Oleh karena itu harus dilihat bahwa wartawan itu merupakan representasi dari masyarakat.

“Bukankah wartawan merupakan sumber informasi bagi masyarakat, jadi ketika wartawan melaksanakan tugasnya, sesungguhnya sebuah representasi publik supaya masyarakat dapat mengetahui peristiwa apapun di seluruh wilayah Indonesia. Terkecuali menyangkut keamanan bagi wartawan itu sendiri,” jelas Emrus.

Reporter : Dance Henukh

Editor / Publisher : zai