oleh

Ketu DPC: Penggemukan Domba Jadi Program Unggulan

KENDAL, BrataPos.com – Yongky selaku Ketua Dewan Pengelola Pusat (DPP) Rumah Jokowi melantik Dewan Pengelola Cabang (DPC) Kendal dan Dewan Pengelola Kecamatan (DPK) se-Kabupaten Kendal Jawa Tengah, Sabtu (14/9/2019) Siang, di Aldila Resto Kendal.

Pelantikan dihadiri oleh Bambang Raharjo Munjiat selaku Ketua Dewan Pengelola Daerah (DPD) Rumah Jokowi Jawa Tengah, Ir. Sukandar MM dari Kementrian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi RI, Perwakilan dari Kementrian Koperasi RI, Drs. Cahyanto Selaku Ketua Kadin Kendal, perwakilan dari Polres Kendal serta tamu undangan lainnya.

Seusai pelantikan, Arif Budiyanto Sudibyo atau lebih akrab disapa dengan Arif Ghute, sebagai ketua DPC Kendal terpilih, menyampaikan bahwa dibentuknya Rumah Jokowi memiliki tujuan untuk memberdayakan masyarakat desa terutama di bidang perekonomian.

Arif juga menyampaikan bahwa DPC Kendal memiliki beberapa program yang akan dilakukan dalam kurun waktu 2 (dua) tahun.

“Ada 2 program yang menjadi prioritas kita yaitu program di bidang peternakan berupa penggemukan domba dan pompa bensin desa (pomdes),” kata Arif.

Sementara itu, terkait program penggemukan domba, Arif memaparkan bahwa program tersebut merupakan program kemitraan antara perusahaan dan masyakat desa yang tergabung dalam kelompok tani ternak.

Secara rinci, Arif menyampaikan bahwa setiap kelompok tani ternak akan diserahi sebanyak 20 ekor domba (3 ekor betina, 17 ekor jantan) yang akan digemukan dan segala sesuatunya seperti pakan, disuplay oleh perusahaan, dimana penggemukan domba tersebut memakan waktu selama 40 hari.

“Setelah 40 hari, perusahaan akan membeli 17 ekor domba jantan yang sudah digemukan, dimana harga belinya sesuai dengan harga pasar saat dan yang betina menjadi milik kelompok ternak,” kata Arif.

Secara terpisah, Ir.Sukandar MM, saat ditemui awak media mengatakan, program pemberdayaan masyarakat terutama di bidang peternakan, perikanan dan kelautan, disesuaikan dengan potensi di masing-masing daerah.

“Program penggemukan domba akan menjadi program unggulan desa, yang bisa dikembangkan menjadi wisata edukasi berupa tata kelola penggemukan domba dan bahkan dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata kuliner berbahan dasar daging domba,” pungkas Sukandar.

Reporter : Nardi cakwer/Adp
Editor/Publisher : jml

REKOMENDASI UNTUK ANDA