oleh

Demi Ringankan Warga Pati, BPN Targetkan Progam PTSL Segera Rampung

PATI, BrataPos.com – Program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) Kabupaten Pati Tahun 2019 ditarget selesai hari senin 9 September 2019. Hal itu disampaikan Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Pati melalui Koordinator PTSL Joko Purwanto di ruang kerja.

“Sebanyak 50 ribu bidang sertifikat PTSL Kabupaten Pati 2019 harus segera rampung. Hal itu berdasarkan petunjuk dan perintah Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah. Adapun kewenangan pembagiannya, ada pada Kementerian Agraria Tata Ruang (ATR),” tegas Joko.

Pihaknya optimis mampu menyelesaikan karena proses ke arah itu (penyertifikatan) sudah dilalui semua. Termasuk ukur bidang,semua sudah selesai. Bahkan, untuk ukur sudah melampau target, yaitu untuk peta bidang tanah sebanyak 65 ribu.

Dalam proses pengukuran,BPN melibatkan 2 lembaga dari pihak ke 3 melalui proses lelang,untuk 20ribu bidang.

Namun demikian, lanjut Joko,bahwa terkait proses pengolahan data membutuhkan waktu yang cukup lama dan membutuhkan kecermatan dan kejelian. Sebab, harus mencocokkan link antara data yuridis, berkas dan hasil ukur menuju penerbitan sertifikat.

Dari 49 desa di Kabupaten Pati yang mengajukan PTSL, seluruh kuota masing – masing desa sudah terpenuhi.Dari 50 ribu bidang itu, secara elektronik sudah clear.

Rinciannya, sebanyak 50 ribu bidang itu dibagi ke dalam 5 Tim,sehingga setiap tim menyelesaikan 10 ribu bidang. Disinggung besaran biaya sertifikat PTSL, Joko Purwanto mengatakan, itu sudah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.

Disebutkan dalam SKB 3 Menteri, besaran beaya Sertifikat PTSL untuk Pulau Jawa dan Bali (masuk Kategori V) sebesar 150 ribu rupiah. Terhadap penetapan biaya di Kabupaten Pati, ia menilai masih wajar.

“Memang tidak ada yang sepenuhnya gratis, karena kenyataannya ada berbiaya,namun ringan. Misal untuk meterei, patok dan operasional di tingkat desa”, ucap Joko.

Kendati pengenaan tarif berbeda -beda, ada yang 150 ribu rupiah, bahkan hingga 650 ribu rupiah, menurutnya, hal itu masih wajar. Namun terkait hal itu, ia menyerahkan kepada desa masing masing.

Untuk Kabupaten Pati, bidang tanah yang telah bersertifikat mencapai 75 persen lebih. Dan masih tersisa sekitar 250 ribu bidang.

Reporter : S.Hadi
Editor : Ardian
Publisher : jml