oleh

Rammang-Rammang Sebuah Identitas Masyarakat Desa Salenrang Kec.Bontoa

-Terbaru-1.275 views

Kab.Maros,bratapos.com – Rammang-Rammang adalah sebuah tempat di gugusan pegunungan karst (batu kapur), Desa Salenrang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros, sekitar 40 km di sebelah utara kota Makassar.

Rammang-Rammang tampil menjadi tempat wisata karena berawal dari kisah adanya suatu penolakan terhadap keberadaan tiga perusahaan tambang marmer dan beberapa masyarakat penambang yang mendapatkan izin dari pemerintah daerah untuk mengeksploitasi pegunungan karst di wilayah tersebut.

IMG-20190910-WA0003

Awal penolakan terhadap keberadaan perusahaan tambang berlangsung sekitar tahun 2007, dengan segala upaya dilakukan oleh beberapa masyarakat yang bermukim disekitar wilayah itu.

Upaya yang dilakukannya dengan menjalin dan membangun jaringan peran Media, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Akademisi, Aktivis Mahasiswa dan Kelompok-Kelompok Pecinta Alam.

Upaya tersebut membuahkan hasil dari sebuah proses panjang dengan dicabutnya perizinan ketiga perusahaan tambang dan beberapa masyarakat tambang ditahun 2013 lalu.

IMG-20190910-WA0007

Kemudian, muncul lagi persoalan baru dengan keberadaan beberapa masyarakat yang membutuhkan penghidupan lain dengan kesempatan mendapatkan kerja diperusahaan tambang tersebut menjadi sirna. Namun, dalam sebuah proses pertemuan terhadap beberapa masyarakat yang sebelumnya berharap mendapatkan penghidupan lain dari adanya tambang marmer waktu itu, mulai sadar dan bersepakat untuk menghadirkan wilayahnya menjadi objek wisata yang lestari.

“Ditahun 90-an lalu, keberadaan Rammang-Rammang sudah sering didatangi oleh para peneliti-peneliti untuk kepentingan pendidikan dan kemudian mulai dilirik oleh beberapa pelaku wisata, tapi titik balik kampung ini menjadi sebuah desa wisata adalah dari awal penolakan terhadap adanya tambang dan prosesnya berakhir, lalu kita melakukan eksplorasi potensi,” tutur Muh. Ikhwan dengan sapaan akrab Iwan Dento selaku Perintis Desa Wisata Rammang-Rammang, Salenrang (10/09).

IMG-20190910-WA0008

Dia melanjutkan tentang eksplorasi potensi adalah dengan mencari tahu tentang bagaimana menciptakan daya tarik wisata desa ini yang bisa ditawarkan, keberadaan telusur sungai pute yang membelah kawasan karst dengan perahu “jolloro” yang berkapasitas angkut delapan orang, jalan-jalan pinggir tebing gunung karst, dan daya tarik lain keberadaan Rammang-Rammang ini menjadi bagian dari kawasan karst Maros-Pangkep yang dikenal sebagai kawasan karst terpanjang kedua di dunia setelah China.

“Memang kami lebih banyak menjual landskap, yaitu panorama kampung dengan kultur dan wisata alamnya,” katanya.

Keberadaan wilayah Rammang-Rammang juga memiliki sejarah megalitikum dengan situs prasejarah yang dimiliki wilayah ini, sedikit lebih muda dari situs yang berada di Leang-Leang disekitar 15 sampai 20 ribu tahun lampau, seperti tinggalan gambar beberapa tapak tangan, perahu dan kerang purba yang banyak di jumpai mulut-mulut gua.

Keberadaan Ekowisata atau ekoturisme adalah sebuah konsep untuk wilayah Rammang-Rammang yang harus dipertahankan karena ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

“Bagi saya menjaga gunung karst dan wilayah Rammang-Rammang sekitarnya adalah identitas, kalau tidak dijaga akan rusak dan habis. Kadang kita menganggap remeh bahwa masih banyak gunung tapi kalau kita tidak melakukan apa-apa pada akhirnya akan habis, gunung tidak melahirkan dan gunung tidak beranak cucu,” ujarnya.

Reporter : Hakim

Editing/publish : Wit

REKOMENDASI UNTUK ANDA