oleh

Sempat Terjadi Ketegangan Saat Pengukuran Titik Kordinat

SURABAYA, BrataPos.com – Demi mengamankan aset, khususnya tanah. Pemerintah Kota Surabaya melakukan pememasangan papan pengumuman kepemilikan. Hal itu dilakukan, agar tidak dimanfaatkan dan disalah gunakan oleh pihak lain.

Diketahui kepemilikan aset Pemkot berupa tanah itu, dikelola oleh Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah. Kali ini pemasangan plang di daerah Sumber Jaya/Kernok, RT.05 RW.03, Kelurahan Semberrejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya Kamis, (5/9/2019).

Sebelum dilakukan pengukuran dan pemasangan papan pengumuman oleh Pemkot. Sempat terjadi ketegangan antara Pemkot dengan Eko pemilik tanah. Pasalnya Eko meyakini bahwa tanah yang dijual ke Pemkot pasti ada kelebihan. Sedangkan kelebihan tanah itu diakui miliknya.

Namun setelah diberi pemahaman oleh Lurah Sumberrejo Iwan dan Kasi Datun Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Edward serta Darmadi Kabid Penanganan Sengketa dan Penyuluhan Pemerintah Kota Surabaya, akhirnya proses pengukuran dan pemasangan plang dilaksanakan. Bahkan pemilik tanah Eko sempat menyaksikan pengukuran.

Sekitar 2 jam lamanya, akhirnya proses pengukuran dan pemasangan papan mengumuman selesai. Hadir dalam pemasangan papan mengumaman yaitu, dari unsur Kejaksaan, Kelurahan, Kecamatan, Dinas Pengolaan Bangunan dan Tanaha (DPBT), Polsek Pakal, Danramil, serta pemilik tanah.

Darmadi Kabid Penanganan Sengketa dan Penyuluhan Pemerintah Kota Surabaya mengatakan, pihaknya hanya mengamankan aset Pemkot sesuai serifikat hak pakai seluas tiga belas ribu, tiga ratus enam puluh. Kewajiban saya hanya mengamankan pemkot.

“Kalau soal nanti ada kelebihan tanah itu bukan kewenangan saya. Hasil pengukuran saya akan koordinasi dan rapat dengan BPN. Kita tunggu satu minggu ya mas hasil,” jelasnya.

PicsArt_09-06-06.06.26

Sementara Edward Kasi Datun Kejari Tanjung Perak Surabaya mengatakan, pihaknya hanya bertugas mendampingi Pemkot Surabaya berdasarkan surat kuasa untuk memberikan bantuan non legilasi. Terkait masalah SHB 60 ini pihaknya menilai ada sedikit mis komunikasi dengan pihak pemilik.

“Tapi kami di sini tidak saling menyalahkan. Maka kami d sini mencari titik kordinatnya pengukuran. Hasil pengukuran ini kita bawa ke BNP biar sama-sama fair,” jelasnya.

Sementara Eko pemilik tanah, yang pasti sangat kecewa atas pengukuran kali ini. Pasalnya dari pemkot tidak terbuka pada kami. Namun dirinya sedikit lega, pasalnya janji Pemkot minggu depan akan dipertemukan dengan BPN untuk buka warka.

“Namun bila tidak ada titik temu, maka saya akan melayangkan gugatan pada Pemkot. Karena saya yakin ada kelebihan tanah. Sedangkan kelebihan tanah itu milik saya,” tegas Eko pemilik tanah.

Di tempat terpisah Lurah Sumberrejo Iwan mengatakan, tugas dan fungsi saya di sini pelayanan. Namun selain itu saya juga menjalankan kebijakan Wali Kota terkait dengan aset. Pasalnya, aset itu atensi nasional. Terkait warga tidak puas dengan hasil ukur, monggo diselesaikan dengan jalur hukum dan aspek sebenarnya.

“Kalau soal gugat menggugat itu hak warga negara. Namun hasil keputusan di Pengadilan. Silahkan menggugat tidak ada masalah. Pemerintah Kota pasti sudah siap untuk pengamanan aset,” kata Iwan dengan tegas.

Reporter : dewo/red
Editor/Publisher : jml