oleh

Jeritan Orang Tua Siswa, Atas Peraturan Sekolah/Yayasan Tarsisius, Regency 2. Gelam Jaya

TANGERANG, Bratapos.com – Banyak keluhan yang dilontarkan orang tua siswa sekolah Tarsisius, Regency 2. Gelam Jaya. Pasar Kemis. Kabupaten Tangerang. Dimana mereka telah menyekolahkan anaknya disana, saat ini banyak orang tua menjerit tatkala aturan sekolah mulai diterapkan pada siswa, pasalnya aturan itu memberatkan orang tua siswa.

Sjbt, adalah salah satu orang tua siswa yang keluhkan perihal aturan tersebut, dimana belum lama, menimpa pada anaknya, ia tidak diperkenankan masuk kelas dan disuruh pulang, lantaran belum bisa  bayar daftar ulang sekolah, sehingga membuat kaget orang dirumah.

Ia mempunyai 2 orang anak yang disekolahkan disana, CJ, kls 4 dan CTF kls 5, kemarin ia disuruh pulang oleh pihak sekolah, lantaran belum bayar uang daftar ulang sekolah, hal ini membuat kedua orang tuanya mendatangi pihak sekolah/Yayasan Tarsisius.

Kedatangan mereka kesekolah bertemu dengan pihak kepala sekolah, yang mana mereka disarankan untuk bisa datang kekantor Yayasan Pusat yang di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Banyak  diantara anak mereka yang juga tidak diperkenankan masuk kelas, lantaran belum daftar ulang, hal ini membuat gelisah para orang tua, dimana dinilai pihak sekolah tidak ada rasa toleransi terhadap siswa atas aturan tersebut.

” bukan masalah daftar ulang saja, saat kenaikan kelaspun, anak kami tidak diberikan masuk kelas, sampai anak itu menangis, yang akhirnya kami mendatangi pihak sekolah/yayasan Tarsisius, yang dikatakan oleh pihak sekolah karena adanya tunggakan uang daftar sekolah,” tutur SJBT, orang tua siswa, kepada awak media. Jumat (06/09).

Dikatakan lagi bahwa.pihak sekolah/Yayasan

Tarsisius tidak akan memberikan nomor peserta ujian dan raport bila ada tunggak SPP walau 1 bulan, hal ini yang menjadi pemicu kekesalan dari para orang tua murid.

Sementara Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Mamad Tabrani. Sip. MSi, terkait masalah ini mengatakan, bahwa sekolah adalah sarana belajar/mengajar siswa, dimana anak siswa adalah aset bangsa yang harus wajib belajar disekolah, jadi kalau saja permasalahan yang terjadi sekolah/Yayasan Tarsisius ini tidak segera diselesaikan secara internal, maka pihaknya akan menjebantani permasalahan ini.

” kalau memang benar langkah yang dilakukan oleh pihak yayasan/ sekolah Tarsisius yang dilqkukan sepertibitu itu adalah kesalahan besar, harusnya ada jeda waktu dan toleransi yang dilayangkan kepada orang tua siswa,” kata Mamad.

Lanjutnya bahwa tidak sepantasnya sekolah yang sebesar Yayasan Tarsisius ini mempunyai aturan yang merepotkan banyak orang tua siswa, sehingga adanya keluhan yang terdengar olehnya.

Reporter : Fatah

Editor : Dr

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA