oleh

DUGAAN KORUPSI ATAS PROYEK KONGKALIKONG PUPR PASBAR

PASBAR , Bratapos.com – Awal memasuki areal pekerjaan proyek peningkatan jalan dari simpang sayur ke sikabau telah tercium aroma keganjilan.Pertama Plang proyek yang tidak mencantumkan masa pengerjaan tersebut sudah pernah di kerjakan, seharusnya proyek ini berjudul perawatan jalan bukan lagi peningkatan jalan. Mulai setapak penelusuran masuk kedalam terlihatlah dugaan unsur KKN yang sangat jelas terpampang yaitu khairul adik kandung kepala dinas PERKIM ahdyatsah sedang memantau pekerjaan.Disaat dikonfirmasi awak media BRATAPOS-PASBAR kepihak kontraktor mempertanyakan pekerjaan proyek tersebut, para pihak kontraktor melalui pengawas proyek atas nama bujang (Aprizal) mengatakan bahwa pekerjaan proyek pengaspalan itu dimulai dari banjar bahal sejauh 4 km.dilihat dari judul papan proyek tersebut tidak sesuai dengan pekerjaan dimana keadaan jalan yang ada simpang sayur sampai sekolah SMP Negeri 3 lembah melintang yang ada dijorong (dusun) koto sawah tersebut dalam keadaan aspal.disaat dikonfirmasi kepihak kontraktor melalui pengawas proyek pak bujang (aprizal) tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan kepihak pengawas proyek.

Disaat dipertanyakan mengenai bahan material sirtu yang dipakai kepada pihak pengawas proyek tersebut, dia menjawab “kalau semuanya bahan material sirtu ini bang,sudah diback up oleh mr. X (disembunyikan)” Ungkap bujang. Mr.X yang dimaksud adalah seorang oknum aparat kepolisian yang ada di kabupaten pasaman barat.

Setelah ditelusuri awak media BRATAPOS-PASBAR lebih jauh pada anggota pemasok sirtu berinisial “D” “sudah bayar fee kepada Kapolres pasaman barat setiap mobilnya Rp. 20.000,-“terang “D” panjang lebar.

Disini telah ditemukan bahwasanya fee untuk pengangkutan sirtu kelokasi proyek tersebut kapolres menerima fee Rp.20.000/mobil.

Pengaspalan jalan yang dilaksanakan oleh pihak kontraktor PT.MELAYU RIAU ini pernah mengerjakan proyek SMP MADANI dengan pagu dana Rp.42.556.423.000,-bersama dengan PT.RIMBO PERADUAN yang sudah masuk kedalam daftar blacklist sampai tahun 2019 dari dirjen bina marga kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat satker BPJN I SUMUT. Mulai terkuat kongkalikong proyek PUPR dan dinas Pekerjaan Umum Pasaman barat satu persatu modus operandi nya tersebut.

Proyek ini dimulai dari dusun banjar bahal sampai area HGU perkebunan devisi 3 PT.BNC (bakrie group).Perkebunan PT.BNC tersebut masih beroperasi dan masih beraktivitas seperti biasanya tetapi pihak kontraktor masih tetap melaksanakan penimbunan jalan untuk pengaspalan. Disaat dipertanyakan MEDIA BRATAPOS PASBAR kepada pihak pengawas kontraktor mengenai siapa yang bertanggung jawab jikalau sudah terjadi pengaspalan dan terjadi kerusakan dijalan tersebut akibat aktifitas perusahaan yang memuat dan menyuplai TBS(tandan buah segar).Tetapi pihak kontraktor tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pers.

PT. MELAYU RIAU pernah dicampakan saat melakukan penawaran proyek peningkatan jalan petapahan-Jake(urpil) diLPSE kabupaten Kuantan Singingi karena tidak memiliki personil penanggung jawab yang memiliki SKA 602 yaitu ahli manajemen proyek kualifikasi ahli madya,namun entah kenapa bisa dimenangkan pada lelang LPSE pasaman barat.

Salah satu informasi dari pihak kontraktor yang seharusnya memenangkan tender mengungkapkan bahwa keganjilan ini berawal pada ditunda nya lelang atas item proyek peningkatan jalan simpang sayur-sikabau. Besar kemungkinan dugaan media BRATAPOS-PASBAR terhadap pekerjaan ini hasil dari pengkondisian pihak pihak yang kongkalikong di dinas PUPR pasaman barat.

Reporter : Team

Editor / Publisher : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA