oleh

ALIRAN SUNGAI PINANG AWAN TERCEMARI, AIR BERUBAH WARNA DAN BAU BUSUK MENYENGAT DI DUGA LIMBAH PMKS PT. ASAM JAWA

LABUSEL , Bratapos.com –  Sesuai dengan UU dan peraturan terkaid pengelolaan Sampah dan Limbah, beberapa peraturan dan UU di Indonesia termasuk UU no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pada pasal .163 tentang Lingkungan ditujukan untuk mengejutkan Kualitas lingkungkungan sehat, baik pisik, Kimia, Biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai Drajat Kesehatan yang setinggi-tingginya, namun pencemaran lingkungan Hidup menurut pasal. 1 ayat angka 14 UU. no. 32 tahun 2009 tentang, Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup (UU. PPLH) pasal. 60 jo. Pasal. 104 UU PPLH ini jelas-jelas terjadi di Aliran sungai pinang awan yang membentang dari hulu sampai kehilir melintasi perkebunan milik PT. ASAM JAWA, sabtu siang mendadak berubah warna kehitaman serta menimbulkan bau busuk yang menyengat dikarenakan banyak ikan yang telah mati dan timbul dipermukaan air.

IMG-20190903-WA0199

Dari pengamatan LSM dan awak media dilapangan, perubahan warna air yang kehitaman dan berminyak, sangat mencemari aliran sungai pinang awan, diduga tercemari dari limbah milik perusahaaan PMKS PT Asam Jawa.

Karna tidak jauh dari badan sungai yang terletak di belakang PMKS PT.Asam Jawa ditemukan pipa saluran air limbah yang langsung mengalir ke badan air, yang diduga limbah berasal dari kolam intilasi pengolahan air limbah (ipal) milik PT Asam Jawa.

Informasi yang berhasil dihimpun LSM dan wartawan terhadap adanya perubahan warna air yang diduga tercemari oleh limbah milik PMKS PT Asam Jawa, berkat informasi oleh warga yang biasa mengais rezeki mereka dengan mengambil ikan di aliran sungai pinang awan tersebut.

Dari keterangannya, bahwa perubahan warna air di sungai pinang awan, sudah sejak hari jum.at, 30/8/2019, namun sampai saat ini belum ada upaya pihak perusahaan untuk menghentikannya.

Sayangnya saat team LSM dan wartawan menghubungi pihak management PT Asam Jawa, tidak ada satu orangpun pihak perusahaan yang bisa memberikan keterangan.

Dari pos induk scurity PT Asam Jawa, menerangkan bahwa di hari sabtu pihak pimpinan perusahaan bekerja hanya sampai tengah hari saja, serta enggan mereka menghubungi pimpinan nya namun kebetulan tidak ada yang pada aktif.

Sementara itu, pihak pemkab atau Dinas lingkungan hidup sendiri yang berwenang dalam pengontrolan pengendalian ipal, Dinas lingkungan hudup labusel, saat ditelpon awak media terhadap adanya pencemaran aliran sungai pinang awan, tidak ada yang bisa menghadiri untuk turun ke tempat kejadian.

Dalam kelanjutannya, pihak tema LSM dan wartawan melaporkan sekali gus membawa hal ini kepada penegak hukum, dijajaran polsek torgamba, namun dalam arahannya polsek torgamba mengarahkan hal ini dibawa langsung ke polisi resor ( POLRES)labuhan batu agar dapat menindak lanjut persoalan limbah PMKS PT. ASAM JAWA yang di duga lalai membuang limbah berbahaya sekaligus di proses Hukum di NKRI.

Reporter : P. PULUNGAN

Editor / Publisher : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA