oleh

Tradisi kirap pusaka Menjadi Puncak Hari jadi Trenggalek

Trenggalek , Bratapos.com – Dalam rangka Kirab pusaka Hari Jadi Trenggalek yang ke 825 digelar Minggu (31/08/2019).

Kirab pusaka di gelar setiap setahun sekali dalam rangka peringatan Hari Jadi Trenggalek.Acara tersebut sudah menjadi ajang wisata budaya bagi masyarakat trenggalek dan sekitarnya.

Acara kirab pusaka diikuti bupati bupati trenggalek Moch.Nur Arifin, Anggota Forkompinda, anggota DPRD dan kepala sekolah tingkat SMP, SMK dan SMA se kabupaten trenggalek.

Selain itu turut dilibatkan pula kepala dinas/instansi, camat, kepala desa/kelurahan, dan warga masyarakat. Semua peserta kirab terlihat berpakaian adat Jawa.

IMG-20190901-WA0080

Para pendukung kirab terdiri para pelajar dan mahasiswa di Trenggalek. Terdapat pula para seniman dan budayawan yang turut ambil bagian kemeriahan acara tersebut.

Kirab dimulai pukul 08,30 WIB dari halaman dinas pendidikan Setelah itu peserta kirab menyusuri jalan kartini dengan Jarak tempuh kurang lebih sekira 2 km.

“Kirab Prosesi Pusaka sudah menjadi agenda tahunan wisata budaya di Kabupaten trenggalek yang memiliki acara kirab seperti ini,” Ir ungkap joko irianto M.Si.selaku Sekda Kabupaten trenggalek kepada bratapos, Minggu (31/08/2019).

Masyarakat perlu menghindari jalan-jalan yang akan di tutup untuk rute pawai Jalan RA KARTINA dan Panglima Sudirman akan ditutup bagi kendaraan sejak pukul 08.00 WIB.

Penutupan jalan dilakukan supaya masyarakat bisa menyaksikan kirab lebih nyaman.

“Kami mengharapkan pengertian masyarakat yang akan melalui jalan,, untuk mencari jalur alternative,” tambah joko.

Masyarakat yang memadati rute kirab pusaka terlihat sangat antusias menyaksikan arak-arakan dalam rangka hari jadi Kabupaten Trenggalek tersebut.

“Acara tahunan ini sudah kita jadikan pakem, dalam melestarikan budaya di Kabupaten Trenggalek,” ucap, Ir Joko Irianto M.si

Menurutnya, kirab pusaka yang dilakukan setiap tahun bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Trenggalek itu, juga untuk melestarikan budaya. “Ini sangat penting, karena generasi muda saat ini sudah banyak yang terpengaruh perkembangan teknologi. Sehingga mereka jarang yang tahu akan sejarah maupun tradisi di Trenggalek,” pungkasnya.

Reporter : yanto

Editor / Publisher : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA