oleh

Sidang Sengketa Ternak Ayam, Tergugat Diduga Palsukan Dokumen

KENDAL, BrataPos.com – Sidang sengketa peternakan ayam petelur, antara Tjong Handoko Cs sebagai Penggugat melawan Tjong Muljadi Cs sebagai Tergugat, kembali digelar di Pengadilan Negeri Kendal Jawa tengah, Selasa (27/08/2019).

Sidang perkara perdata No.04/Pdt.G/2019 PN KDL, dengan agenda utama berupa penyerahan berkas kesimpulan dari sidang-sidang sebelumya kepada majelis hakim oleh masing- masing kuasa hukum penggugat maupun tergugat.

Sidang dipimpin oleh hakim ketua Irlina SH., MH, dengan anggota Ari Gunawan SH., MH dan Robby Alamsyah SH., MH serta Panitera Pengganti Sukmawati.

Sidang yang hanya dihadiri oleh kuasa hukum penggugat dan tergugat tersebut, berjalan lancar dan singkat. Hakim ketua memutuskan sidang ditunda dan akan kembali dilakukan pada tanggal 10 September 2019, dengan agenda utama membacakan keputusan sidang.

Terkait dengan penyerahan berkas kesimpulan, Adi Siswoyo, SH., MH selaku kuasa hukum penggugat, memberikan keterangannya kepada awak media dan mengatakan bahwa ada hal-hal yang sangat menarik dan sangat penting untuk diungkapkan.

Adi Siswoyo mengatakan bahwa, dalam sidang sebelumnya, tergugat mengajukan surat pernyataan dari Ahmad Mustofa tertanggal 15 Agustus 2019, sebagai bukti tambahan kepada majelis hakim. Dimana isinya berupa pencabutan kesaksian atas sidang-sidang sebelumnya.

“Akan tetapi surat pernyataan tersebut dibantah dengan tegas oleh Ahmad Mustofa,” kata Adi.

Adi Siswoyo menambahkan, bantahan dari Ahmad Mustofa tersebut tertuang dalam surat pernyataan bermatere, yang ditulis tangan dan ditandatangani oleh Ahmad Mustofa tertanggal 21 Agustus 2019, yang menyatakan bahwa Ahmad Mustofa tidak pernah membuat surat pernyataan pencabutan kesaksian.

Adi Siswoyo juga memaparkan bahwa sesuai dengan surat pernyataan sanggahan dari Ahmad Mustofa tersebut, menerangkan jika Ahmad Mustofa tidak pernah datang dan tidak pernah menghadap notaris Maria Nova Lenawati SH. Ahmad Mustofa juga tidak mengenal notaris dimaksud.

Dalam suratnya, Ahmad Mustofa menegaskan pula bahwa pada tanggal 15 Agustus 2019, dirinya tengah bekerja menebang pohon jambu di lahan milik mbak Sri yang berlokasi di Dusun Kalidamar Desa Damarjati, Kecamatan Sukorejo Kendal hinga sore hari.

Adi Siswoyo menambahkan, ada hal yang sangat menarik untuk dicermati yaitu lampiran surat pernyataan yang dibuat oleh notaris Maria Nova Lenawati SH yang berkantor di kota Mranggen Kabupaten Demak, yang berupa foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan ternyata KTP tersebut sudah habis masa berlakunya dan Ahmad Mustofa juga sudah tidak berdomisili lagi di alamat seperti yang tercantum dalam foto copy KTP.

“Di sini saya melihat, ada indikasi dan upaya tergugat untuk mengelabui lembaga peradilan, dengan memalsukan dokumen untuk suatu tujuan tertentu. Jelas hal ini merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Ini pelanggaran hukum”, pungkas Adi Siswoyo.

Sementara itu, Paulus selaku kuasa hukum tergugat, terkait dengan penyerahan berkas kesimpulan kepada majelis hakim, tidak memberikan pernyataan apapun.

Reporter : Nardi CakWer/adp***
Editor/Publisher : jml

REKOMENDASI UNTUK ANDA