oleh

Panitia Reuni Akbar SMA KaRa Makassar “Alergi” Terhadap Insan Pers

Makassar , Bratapos.com – Alumni Akbar SMA KaRa (Katolik Rajawali) bertema: the urban style Reunion partisipasi 2019.

Dalam acara reuni persahabatan itu tampak meriah, namun di sayangkan acara tersebut para panitia ‘alergi’ merespon para Insan Pers yang ingin mengambil informasi suatu acara tersebut.

IMG-20190826-WA0147

Pasalnya para Insan Pers tidak di sambut dengan sikap baik oleh beberapa panitia acara dan menimbulkan sedikit ketegangan dari pihak panitia.

Dari pantauan, kejadian bermula pada saat waktu peliputan di kegiatan Alumni Akbar SMA Katolik Rajawali Kota Makassar.

IMG-20190826-WA0146

Di lokasi itu, kemudian media melakukan konfimasi kepada salah satu panitia yang ada di luar untuk menyampaikan kepada Ketua panitianya, tetapi beberapa panitia yang ada di luar tersebut memberi kami izin untuk masuk dan menunggu sampai Ketua panitia datang.

Setelah lama di tunggu dan belum ada kejelasan, para Insan Pers berinisiatif masuk ke dalam phinisi ballroom claro pada kegiatan reuni alumni tersebut dan tiba-tiba saja para Insan Pers mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari salah satu yang mengaku pihak panitia.

“Kita tidak mengundang Pers,” ujar panitia.

Dari para Insan Pers menjawab dari ujaran panitia, bahwa hal itu tidak masalah, tetapi pihak panitia lagi-lagi melakukannya dengan sikap berkesan ‘arogan’ dan seakan menantang Insan Pers dengan berkata nada tinggi; “kami tidak butuh Pers,” tegasnya.

Lalu, kemudian salah satu dari rekan media yang melaksanakan tugas jurnalisnya sebagaimana mestinya, di halang-halangi   oleh salah seorang yang mengaku panitia dari alumni SMA Katolik Rajawali Kota Makassar, Sabtu, (24/08/2019) di hotel claro Makassar.

IMG-20190826-WA0145

‎Menurut salah seorang panitia ‎yang enggan di ketahui identitasnya mengatakan, bahwa kalau mau meliput aturannya itu harus wawancara di luar dari kegiatan ini.

“Dan kami tidak mengerti apa Itu Pers, jangan bawah nama Pers dan kami tidak mengundang Pers untuk datang meliput acara ini. Jadi kami tidak mau tau soal itu,” ujarnya.‎

Ketua Panitia Alumni SMA Katolik Rajawali Kota Makassar enggan untuk diwawancarai sewaktu ingin mengklarifikasi terkait kesan pengusiran panitia acara terhadap Insan Pers.

Hal ini sangat mencederai profesi kerja-kerja jurnalis seperti yang tertuang pada Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999 terkait penghalang-halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi. Dan, tentang keterbukaan informasi publik Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008.

Ketika ada pihak yang mencoba menghalang-halangi Insan Pers dalam melaksanakan tugasnya, maka bisa di ancam pidana penjara maksimal 2 (dua) tahun kurungan penjara dan denda 500 juta Rupiah.‎

Reporter : faulus

Editor / Publisher : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA