oleh

Hafiz Agam Aditya, Balita Menderita Usus Buntu Membutuhkan Uluran Tangan

LAMPUNG TIMUR, BrataPos.com – Hafiz Agam Aditya umur 4 tahun menderita penyakit usus buntu pernah di rawat di RS. Mardi Waluyo pada tanggal (11/7/2019) selama 9 hari untuk di operasi.

“Akan tetapi Kartu, BPJS (KIS) Kartu Indonesia Sehat dari Pemerintah tidak bisa di gunakan. Karena mati dan harus membayar umum sebesar Rp. 22.000.000,” ungkapnya Tumin orang tuanya (24/08/2019).

Menurut, keterangan dari orang tua balita, Tumin 49 tahun Hafiz Agam Aditya saat kami konfirmasi, mengenai BPJS diharuskan melengkapi persyaratan BPJS surat kartu Indonesia sehat. Seperti yang dikatakan oleh RS. Mardi Waluyo. kartu BPJS sudah mati pak dan itu harus di laporkan ke pihak kantor BPJS.

“Pak Tumin orang tuanya harus meminta surat keterangan dari desa untuk meringankan biaya Hafiz biar bisa di proses,” katanya yang menirukan pihak RS. Mardi Waluyo.

Harapan, Tumin yang tinggal di Desa Tulung Pasik, kecamatan Mataram Baru menginginkan bantuan uluran tangan dari pemerintah Lampung Timur, agar bisa membantu pengobatan kepada anak saya dan bisa sembuh seperti sediakala. seperti anak-anak yang lain.

“Saya selaku orang tua yang bekerja sehari-hari serabutan kelapa, penghasilan Rp. 80.000 ribu sehari. Kami orang tidak mampu mas,” terangnya.

PicsArt_08-24-03.07.55

Agus Putra Eka Jasutra (JI) jaringan solidaritas Indonesia mengunjungi tempat tinggal adek Hafiz Agam Aditya yang menderita penyakit usus buntu. Agus memberikan sumbangan bahan makanan pokok seperti beras dan telor, supermi dll.

Lanjut, Agus Putra Eka Jasaputra selalu organisasi JI mengatakan kami selaku dari organisasi jaringan solidaritas Indonesia mengumpulkan sumbangan dari sumbangan dari pihak masyarakat.

“Berapa pun kami terima dan itu pun sangat kami butuhkan. Karena untuk membantu pengobatan adek Hafiz yang menderita usus buntu,” pungkasnya.

Reporter : Nofisa Saifudin
Editor/Publisher : jml