oleh

Jembatan Gantung Sungai Bodri Buka Isolasi Wonosari-Korowelang Kulon

KENDAL , Bratapos.com – Pembangunan jembatan gantung yang melintang di atas Sungai Bodri Kecamatan Patebon kabupaten Kendal Jawa Tengah memang sempat terhambat beberapa waktu, namun pembangunannya akan dilanjutkan kembali.

Jembatan gantung dengan panjang 120 meter dan lebar rigit 3 meter atau 2,4 meter untuk jalur lintas jembatan, yang akan ditopang oleh 4 tiang utama yaitu 2 di sisi timur dan 2 di sisi barat, pembangunannya telah dimulai sejak tahun anggaran 2018.

Anggaran pembangunannya berasal dari APBN dengan pagu anggaran sebesar Rp.15,6 Milyar dan merupakan bantuan dari Kementrian Pekerjaan Umum.

Sisi barat jembatan gantung Sungai Bodri yang berada di Desa Korowelang Kulon / foto adp
Sisi barat jembatan gantung Sungai Bodri yang berada di Desa Korowelang Kulon / foto adp

Terkait dengan pembangunan jembatan gantung tersebut, Khumaedi selaku Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Kendal, saat ditemui di kediamannya, mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung keberadaan jembatan gantung yang menghubungkan beberapa desa yang ada di 3 wilayah Kecamatan yaitu Patebon, Cepiring dan Kendal.

” Dengan terwujudnya bangunan jembatan gantung tersebut maka akan dapat membuka isolasi antara Desa Wonosari dengan Desa Korowelang Kulon, tentunya juga akan sangat berpengaruh pada gerak sosial ekonomi serta semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah khusus Pemerintah Kabupaten Kendal “, ucap Khumaedi.

Secara terpisah, Sumaryono seorang warga Desa Wonosari Kecamatan Patebon, Sabtu (11/8/2019), mengatakan bahwa seluruh warga desanya sangat mengharapkan bangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Wonosari Kecamatan Patebon dengan Desa Korowelang Kulon, bisa segera selesai pembangunannya.

Sumaryono juga menyampaikan, bahwa jika bangunan jembatan gantung sudah jadi dan bisa digunakan, tentu akan sangat besar manfaatnya bagi warga Desa Wonosari dan Desa Korowelang Kulon serta desa di sekitarnya.

” Untuk menuju desa-desa yang berada di sebelah barat Sungai Bodri, jarak dan waktu tempuhnya semakin efisien karena tidak perlu berputar lagi melalui Cepiring “, kata Sumaryono.

Sumaryono memaparkan bahwa, selama ini, warga Desa Wonosari jika hendak ke Desa Karowelang Kulon dan sekitarnya, harus menyeberangi sungai melalui jembatan darurat atau perahu namun jika air Sungai Bodri meluap tidak bisa dilewati. Nantinya, anak-anak yang bersekolah di Cepiring ataupun di Kendal, tidak perlu khawatir lagi jika datang musim penghujan.

Sementara itu, dalam konfrensi pers dihadapan puluhan awak media, Ir. Sugiono selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Jum’at ( 10/8/2019), bertempat di ruang rapat DPUPR, mengatakan bahwa Pembangunan jembatan gantung di Desa Wonosari, pembangunannya akan segera dimulai kembali pada akhir bulan Agustus 2019 dan ditargetkan selesai pada akhir bulan Desember 2019.

” Perlu saya tegaskan bahwa tertundanya pembangunan jembatan gantung di Desa Wonosari adalah murni karena adanya permasalahan pada pengadaan material rangka jembatan. Jadi, bukan karena adanya hal-hal yang lain “, kata Sugiono.

Reporter : Nardi cak werr/Adp

Editor / Publisher : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA