oleh

Kejari Bungo Terima Limpahan Dua Tersangka Kasus Alkes Dari Penyidik Polres Bungo

Bungo, Bratapos.com – Kejaksaan Negeri Muara Bungo menerima limpahan dua tersangka kasus tindak pidana korupsi alat kesehatan atau alkes dari penyidik Polres Bungo, Kamis (08/08/2019)

Pelimpahan dua tersangka kasus alkes ini langsung di terima oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Muara Bungo Galuh Bastoro Aji SH MH.

Saat ditemui diruang kerjanya Galuh membenarkan bahwa hari ini Kejaksaan Negeri Muara Bungo telah menerima dua tersangka kasus alkes beserta barang bukti yang cukup.

Kedua tersangka ini telah merugikan negara sebesar Rp 318.189.934 (tiga ratus delapan belas juta Seratus Delapan Puluh Sembilan Ribu Sembilan Ratus Tiga Puluh Empat Rupiah)

” Ya hari ini kita sudah menerima limpahan tersangka kasus alkes dari Penyidik Satreskrim Polres Bungo beserta bukti-bukti yang cukup ” tutur Galuh.

Galuh juga menjelaskan ada dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Puskesmas tahun 2014. Keduanya berinisial RJ selaku Komisaris PT. Maga Ghazali Alkesindo dan RZ selaku Direktur Utama PT. Raziyan Anugrah Farma yang diduga sebagai rekanan dalam pengadaan tersebut

Untuk barang bukti ada beberapa dokumen diantaranya ada rekening atas nama tersangka dan uang titipqn tersangka senilai 27,390,400,- ( dua puluh tujuh juta tiga ratus sembilan puluh ribu empat ratus rupiah)

Keduanya disangkakan melanggar pasal Pasal 2 atau Pasal 3 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

” Ancamannya, untuk pasal 2 (primer, red) paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun, sedangkan pasal 3 (subsider), paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun. Denda paling sedikit Rp 50 juta, paling banyak Rp 1 miliar,” tutup galuh.

Reporter : Hardiman

Editing/publish : Wit

REKOMENDASI UNTUK ANDA