oleh

SAPMA PP Madina, Ajak Seluruh Elemen Menolak Alih Fungsi Hutan Mangrove

MANDAILING NATAL, BrataPos.com – Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Madina mendukung penuh penolakan atas beralih fungsinya hutan mangrove menjadi kelapa sawit.

Pasalnya, hal itu dapat merusak ekosistem di sekitar. Selain itu juga menyebabkan abrasi (pengikisan pinggir pantai) Kabupaten Madina. Rabu (7/8/2019).

Harun Ridwan ketua SAPMA PP Madina yang juga bendahara DPD Komite Nasional Pemuda Indonesi (KNPI) Madina, berharap kepada Bupati Madina melalui pihak terkait meninjau ulang izin yang sudah diterbitkan.

“Pemerintah harus tunduk pada UU No 41/1999 tentang kehutanan, UU No 26/2007 tentang penataan ruang, UU No 27/2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, UU No 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” tegasnya.

Mari kita bersama dan bergandengan tangan menolak hal ini. Karena dampaknya bagi masyarakat sangatlah besar. Sedangkan yang di untungkan hanya segelintir orang.

“Ketika Bupati tetap memberikan izin ini, maka seluruh hutan mangrove yang ada di pesisir pantai barat akan di babat habis oleh pengusaha sawit. Seperti TBS yang hanya mementingkan keuntungan semata tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di kemudian hari,” ungkap Ridwan.

Kita bisa melihat sekarang bagaimana dampak Abrasi terhadap pulau ungge. Pulau tersebut sudah hampir tenggelam.

“Karna beralih fungsinya hutan mangrove di sekitar pantai barat,” pungkasnya.

Reporter : fs
Editor/publisher : jml

REKOMENDASI UNTUK ANDA