oleh

Polusi Tolato PG Asembagus, Dimana KSO ?

SITUBONDO, Bratapos.com – Beberapa hari belakangan ini sedang terjadi polisi udara di wilayah Asembagus berupa Tolato (debu ampas halus) yg berasal dari PG Asembagus. Akibatnya warga yang berdekatan dengan PG Asembagus mengeluhkan hal tersebut.

Debu Tolato itu sangat halus, sehingga mempengaruhi kesehatan warga. Pihak PG Asembagus mendapat keluhan dari warga yang terdampak. Namun sebenarnya masalah polusi Tolato yang terjadi adalah tanggung jawab dari pihak KSO (Konsorsium) yang terdiri dari PT. WIKA, PT. BHARATA dan PT. MULTINAS yang membangun PG Asembagus.

” Sebenarnya masalah tolato ini secara teknis tanggung jawab pihak KSO. Proyek revitalisasi PG Asembagus ini kan masih tanggung jawab KSO, karena belum ada penyerahan dari KSO pada PTPN XI, “ujar Diputra Risman Rachmat, SE, MM, Manager Keuangan PG Asembagus pada Bratapos, Jum’at (2/8/2019).

Namun dampak dari adanya tolato itu pihak PG Asembagus menjadi kambing hitam. Menurut pria yang akrab disapa Dipo ini, pihaknya sudah memberikan advice pada KSO mengenai dampak dari Polusi tolato tersebut. Misalnya dengan pembelian paranet dan terpal untuk menutupi ampas agar tidak berterbangan.

” Selama ini ketika kita infokan persoalan-persoalan yang terjadi, KSO selalu menyatakan akan dibenahi dalam waktu dekat dan secepatnya. Tapi kenyataannya lambat, terpaksa kita menekan KSO supaya dilakukan percepatan perbaikan, “beber Dipo.

Radius polusi tolato diperkirakan hingga 1 kilometer dari PG Asembagus. Secara moral pihak PG Asembagus, kata Dipo merasa bertanggung jawab atas peristiwa tolato itu. Sehingga sejak Rabu lalu dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis terhadap warga dan pemberian masker pada siswa TK PG Asembagus.

” Dilanjutkan Senin nanti (5/8/2018) akan dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis di dua desa yakni Desa Trigonco dan Desa Gudang. Dilanjutkan hari Jum’at (9/8/2019) pemeriksaan kesehatan di TK PG Asembagus, “terangnya.

 Selama ini respon KSO ketika ada gejolak di masyarakat penyelesaiannya terkesan lamban.

Reporter              : Dayat

Editor                   : Dr

Publisher             : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA