oleh

Di duga adanya intervensi dari pejabat tinggi labusel, Pelantikan Salah Satu Kasek Di batalkan

Labusel,bratapos.com-Sungguh aneh bin ajaib inilah yg terjadi birokrasi kepemimpinan di pemerintahan Kabupaten Lablhanbatu Selatan yang kita cintai ini, dimana salah satu OPD nya yakni Dinas Pendidikan melakukan suatu tindakan yang diluar batas kewajaran baik dipandang secara kedinasan maupun secara sosial hanya memandang sebelah mata itu lah yang perlu di kaji oleh mantan Disdik labusel sebelum memutuskan suatu keputusan, kepada bawahan nya,agar jangan ada bawahan kecewa atas tindakan yg kita lakukan terhadap bawahan nya inilah yg terjadi salah satu korban oknum Kepala sekolah yang berinisial RJG terima tapi tak ikhlas.

Berdasarkan informasi yang di himpun media Brata pos dari salah satu oknum kepala sekolah bahwa Dinas pendidikan ada melakukan pergantian kepala sekolah dan telah melantik sejumlah kepala sekolah termasuk RJG pada hari senin 17/06/19 di aula Dinas pendidikan komplek perkantoran pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan di Desa sosopan oleh Kadisdik yg sekarang sudah menjabat sataf ahli di Kantor Bupati labusel. Lebih lanjut Kasek RJG tersebut menjelaskan kepada Brata pos 15/07/2019,sekitar jam 10.21 wib di sekolah SMP yg ia pimpin bahwa ada satu kejadian yang sangat membingungkan dan sangat membuat saya Kecewa saya ikut di lantik dan sudah menerima Surat Keputusan ( SK) pelantikan dengan nomor 800/1734/BKD/II/2019 dan keputusan Bupati Labuhanbatu Selatan dengan nomor 821.24/206/BKD/II/2019 tanggal 23 Mei 2019 dari Badan Kepegawain Daerah ( BKD) Labusel tetapi sampai saat ini tidak jadi menempati tugas barunya ( sekolah yang ditujukan di SK)” ujarnya.
Berdasarkan info yang didapat awak media lalu melakukan konfirmasi ke dinas pendidikan 16/07/2019,sekutar jam 02.43 wib, untuk meminta penjelasan tentang kasus tersebut menurut keterangan Kepala Dinas Pendidikan melalui Sekretari Dinas Pendiidikan “SUPRIYADI” di ruang kerjanya mengatakan kepada awak media bahwa Dinas pendidikan tidak tahu menahu tentang itu dan yg membuat SK tersebut adalah BKD dan saya menyarankan kepada awak media untuk menjumpai pihak BKD Labusel karena merakalah yang mengeluarkan SK” tutupnya.ini sungguh aneh bin ajaib dengan jawapan dari se orang sekretaris Disdik tersebut.

Dengan rasa penasaran yang kuat kita sebagai sosial control lalu mendatangi ke Kantor BKD Labusel,16/07/2019 jam 12.05 tapi apa yang didapat awak media seperti di permainkan se macam lempar batu sembunyi tangan, berdasarkan keterangan Kaban BKD melalui Kepala bidang kepegawain Zulkarnain Dasopag mengatakan “kami hanya membantu Dinas pendidikan sesuai dengan permohonan Disdik untuk sebagai pembuat administrasinya dan pembuatan SK tersebut sesuai dengan dasar permohonan Kepala Dinas Pendidikan Sahrul Tanjung dengan no. surat 800293/u. fax/2019 pada tanggal 27/02/2019 usulan tentang pelantikan kepala sekolah” ujarnya
Kemudian dia melanjutkan ” kalaupun katanya ada sudah surat pembatalan SK tersebut diatas sampai sekarang belum ada kami terima selaku BKD, karena harus ada dari dinas pendidikan menyurati kepada BKD” pungkasnya.

Dari keterangan yang didapat bisa kita dapat menyimpulkan bahwa kedua OPD pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan tersebut sama-sama mencari ilmu selamat alias tidak ada yang berani untuk Bertanggung jawab memegang bola panas dan ini sangat menjadi tanda tanya besar, dalam hal ini siapa ya salah apakah Mantan Kadisdik atau pihak BKD Labusel yang jelas Dua pegawai Korban pelantikan yang tidak ada kejelasan nya.

Reporter : P. P

Editing/publish : Wit

REKOMENDASI UNTUK ANDA