oleh

Pemko Subulussalam Dan Pemkab Aceh Selatan Memediasi Pedang Ikan Subulus Salam

ACEH SELATAN, Bratapos.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan pemerintah kota Subulussalam melakukan mediasi terhadap pedagang ikan setelah terjadinya bentrok insiden 14 Mei lalu Mediasi digelar di ruang rapat Walikota Subulussalam Senin 29 Juli 2019 mediasi tersebut dipimpin Walikota Subulussalam Haji Affan Alfian bintang yang dihadiri wakil walikota Subulussalam salmaza dan sekda kota subulussalam Taupik Hidayat Waka Polres Aceh Singkil Kompol Sutan Siregar kasdim 0118 Subulussalam M.Ramdan dan kasat Intelkam Polres Aceh Singkil AKP Adriamus dan Kadisperindagkop dan UKM serta Camat Simpang Kiri Abdurrahman.

Aceh Selatan hadir Wakil Bupati didampingi Mu’allimin dari dan UKM Aceh Selatan camat Bakongan Timur TM. Nasrizal serta Kabag Ren Polres Aceh Selatan Kompol Suhardi Berutu, Kapolsek bakongan Timur dan Danramil bakongan juga didampingi Kabag humas Aceh Selatan.

Mediasi turut dihadiri sejumlah pedagang ikan dari kota Subulussalam maupun dari bakongan timur untuk mencari Jalan damai dengan memberikan lapak yang layak bagi pedagang ikan dari bakongan sehingga tak lagi berjualan keliling karena mengganggu keindahan dan kebersihan Kota Subulussalam.

Wakil bupati Aceh Selatan Tengku Amran mengatakan melalui mediasi ini melahirkan kebijakan seadil-adilnya untuk mencari tempat yang layak bagi moge asal bakongan agar mereka tidak berdagang ikan keliling lagi,jika nanti tempat telah ditentukan. Amran berpesan kepada Muge dari bakongan agar tidak berjualan keliling lagi.

kami atas nama pemerintah Aceh Selatan berharap Mari kita ambil kebijakan seadil-adilnya untuk menempatkan lokasi moge yang selayaknya dan jangan digeser-geser lagi.

Walikota Subulussalam Affan Alfian bintang menyampaikan Terima kasih atas kehadiran wakil bupati Aceh Selatan beserta rombongan yang telah memenuhi undangan pemerintah kota Subulussalam dalam rangka mediasi kelompok moge,Alfian bintang mengatakan pihaknya akan memberikan tempat yang layak bagi pedagang ikan dari bakongan.Pertemuan yang dilakukan Walikota bersama wakil bupati Aceh Selatan dan seluruh undangan serta kelompok muge dari bakongan meninjau lokasi pasar tradisional yang telah direncanakan sebagai lokasi bagi pedagang ikan dari bakongan.

Setelah melakukan peninjauan lokasi yang diberikan kepada pemoge bakongan selanjutnya kelompok menuju kembali ke kantor walikota Subulussalam untuk mengambil kesimpulan bagaimana yang harusnya bagi pemuge, disepakati dari pertemuan tersebut bahwa kejadian yang menimpa pemuge bakongan Yang Telah dilaporkan kepada polisi setelah kejadian tanggal 14 Mei 2019 terkait insiden pemukulan pedagang ikan dari bakongan di wilayah kota Subulussalam lalu laporan polisi yang dicabut oleh pemuge dari bakongan bernomor LP-B /29/ spkt tanggal 15 Mei.

WhatsApp Image 2019-07-30 at 11.49.38

Pencabutan laporan itu dilakukan setelah kedua belah pihak baik dari Bakongan maupun dari subulussalam sepakat untuk menyelesaikan insiden 14 Mei lalu dengan cara damai dan kekeluargaan.

Dalam mediasi yang dipimpin Walikota Subulussalam Haji Affan Alfian bintang dan wakil bupati Aceh Selatan Tgk Amran di ruang rapat Walikota Subulussalam tertuang dalam perjanjian bersama antara moge Subulussalam dengan moge Aceh Selatan yang ditanda tangani perwakilan pedagang ikan Aceh Selatan yaitu Admir dan H.Rasyid perwakilan dari Subulussalam pihak pertama mencabut laporan polisi setelah adanya perdamaian secara adat dan kekeluargaan yang berlaku di kota Subulussalam.

Adapun bunyi isi perjanjian bersama yang turut ditandatangani Walikota Subulussalam Affan Alfian bintang dan wakil walikota salam Salmaza wakil bupati Aceh Selatan Tgk Amran Waka Polres Aceh Singkil Kompol Sutan Siregar perwakilanPolres Aceh Selatan Kompol R Suhardi Berutu dan sejumlah pihak terkait juga memuat pihak kedua pedagang ikan subulussalam dilarang mengganggu dari Maklumat pemerintah yang telah menetapkan lokasi bagi muge dari bakongan untuk berjualan ikan di pasar harian milik pemerintah dan lokasi tanah milik Drs Samudin Padang, kedua kelompok Muge ini diminta menjadi

Reporter              : Asmar Endi

Editor                   : Dr

Publisher             : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA