oleh

Diketahui Tak Mendukung Salah Satu Calon, Uang Ditarik Kembali Oleh Tim Sukses

GRESIK, BrataPos.com – Beberapa warga, desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik dikejutkan kedatangan salah satu tim sukses calon yang akan mengikuti pesta demokrasi pilkades.

Kedatangan mereka bukan untuk silaturahmi. Namun menarik uang ke masyarakat yang sudah diserahkan untuk mendukung salah satu calon. Akibat ketahuan tidak mau memilih calon Kades yang dipilihnya. Tim sukses tersebut menarik uang dukungan.

Informasi penarikan uang dukungan ini menjadi buah bibir di masyarakat Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan. Sebab, relawan calon incumben nomor 2 tiba-tiba menarik uang dukungan..

Uang yang diberikan kepada keluarga AL (21), warga Desa Gredek Kecamatan Duduksampeyan awalnya Rp.200 ribu usai hari raya idul fitri nomor 2 mengadakan acara halal bihala dan silaturahmi. Beberapa bulan kemudian, bulan 7 2019 dikasih uang kembali sebesar Rp.300 ribu.

“Namun dari relawan nomor 2 diminta dikembalikan dengan alasan, karena keluarga saya tidak memilih calon Kades nomor 2. Uang yang diberi dari botoh (tim sukses) nomor 2 diminta kembali, setelah keluarga kami ketahuan tidak akan memberikan suaranya ke calon nomor 2,” kata AL, Senin (29/7/2019).

Informasi penarikan uang dukungan tersebut tidak hanya pada keluarga AL, tapi juga pada keluarga lain di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan.

“Ada juga teman saya yang uangnya ditarik. Ada juga yang berinisiatif untuk mengembalikan uangnya ke relawan nomor dua karena tidak setuju dengan adanya uang tersebut,” imbuhnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Gholib menggatakan agar semua calon kades di Gresik bisa mengendalikan timnya, agar tidak menggunakan politik uang untuk mempengaruhi pemilih. Sebab, pemilihan tinggal dua hari yaitu Rabu (31/7/2019).

“Supaya semua pihak mematuhi aturan Pilkades dalam Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 12 Tahun 2015 junto Perda Kabupaten Gresik Nomor 8 Tahun 2018,” kata Nur Gholib, politisi asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Lanjut Nur Gholib, menegaskan bahwa larangan itu diatur dalam Pasal 48 ayat (1) huruf n. Peraturan daerah Kabupaten Gresik nomor 12 tahun 2015 tentang pedoman pencalonan, pengangkatan dan pemberhentian kepala desa Jo Perda nomor 8 tahun 2018, bahwa seluruh calon Kepala desa dan masyarakat pendukung dilarang melakukan menjanjikan atau memberikan uang atau materi lain kepada pemilih.

“Selain itu, pemilih dilarang menerima janji atau pemberian berupa uang atau materi lainnya untuk menentukan pilihan. Jika ada temuan itu, bisa koordinasi dengan aparat penegak hukum,” imbuhnya.

Sementara salah satu panitia pilkades Suwarno saat ditelepon untuk mengklarifikasi enggan mengangkatnya. Kendati sudah ada penggilan tidak terjawab, ia tidak segera melakukan panggilan.

Kanit Reskrim Polsek Duduksampeyan Iaptu Supandi saat diwawancarai melalalui telepon seluler. “Itu biasa mas,” katanya dengan singkat. Senin (29/7/2019).

Reporter : jml
Editor nr
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA