oleh

Ketua LSM LPB Angkat Bicara, Tentang Laporan Terhadap Mantan Kades Jatirembe Ke Kejari Gresik

GRESIK, BrataPos.com – Adanya pemberitaan baik di media cetak maupun online, terkait dicabutnya pelaporan LSM LPB (Lembaga Pemantau Birokrasi) terhadap mantan kepala desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, yang diduga telah menyelewengkan dana untuk pembangunan di desa Jatirembe membuat Novan selaku Ketua Lembaga Pemantau Birokrasi (LPB) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, angkat bicara.

Novan membantah pihaknya telah mencabut laporannya di Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. Dirinya tidak pernah mencabut laporan yang diajukan ke pidsus Kejari Gresik.

Dengan nada tinggi Novan menjelaskan, kronologis kejadian dengan detail mulai dirinya datang bersama anggotanya ke Kejari hingga meninggalkan kantor Kejari Gresik.

“Saya selaku ketua LPB tidak pernah mencabut laporan dugaan penyelewengan dana desa mantan kepala desa Jatirembe di Kejari. Saya tekankan lagi, biar masyarakat tahu kronologis yang sebenarnya, saya tidak pernah mencabut laporan tersebut,” terang Novan, Sabtu (27/7/2019).

Adanya pemberitaan yang ramai diberitakan di media tentang pencabutan laporan LSM LPB, Novan menjelaskan bahwa hal tersebut tidak seperti itu.

Kejadian sebenarnya menurutnha ketika pihak LPB datang ke Kejari, sebelum laporan di masukkan, LPB dengan pihak kasi pidsus Kejari Gresik sempat berkoordinasi terlebih dahulu.

Mengingat akan dilaksanakannya Pilkades serentak di Kabupaten Gresik akhir Juli nanti.

Dalam koordinasi tersebut, disepakati bahwa laporan ini baru bisa diproses setelah Pilkades serentak di kota santri ini dilakukan.

Untuk itu, Novan bersama anggotanya urung melaporkan mantan kepala desa Jatirembe ke Kejari, menunggu setelah dilaksanakannya Pilkades serentak.

Pihaknya sangat mendukung kondusifitas dalam pelaksanaan Pilkades serentak nanti, agar aman dan tenang. Makanya, sebelum laporan mantan Kades Jatirembe ke Kejari Gresik saya masukkan, saya koordinasi dulu dengan pihak penyidik Kejari.

“Nah, setelah berkoordinasi, kita sepakat laporan saya masukkan setelah Pilkades. Itulah yang menjadi alasan kenapa laporan kami tarik dan tidak jadi saya masukkan. Kami menghormati hasil koordinasi tersebut, hingga beredar pemberitaan seperti ini,” jelas Novan.

Lanjut Novan, laporan mengenai dugaan penyelewengan dana Desa Jatirembe ini, akan kembali di tindaklanjuti setelah Pilkades selesai. Bahkan, laporannya nanti akan di kirim juga ke Kejati Jawa Timur dan Kejagung di Jakarta.

“Setelah Pilkades nanti, kami akan melaporkan mantan Kades Jatirembe ke Kejari Gresik, Kejati dan Kejagung Jakarta secara resmi. Biar masyarakat tahu bagaimana kejadian sebenarnya. Kami tidak main main,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, LSM LPB Gresik telah dikabarkan melaporkan kemudian mencabut laporan terhadap Ridwan, mantan Kepala desa Jatirembe ke Kejari yang diduga telah melakukan penyelewengan dana desa.

Padahal sebenarnya, laporan tersebut belum di masukkan secara resmi ke Kejari Gresik mengingat akan dilaksanakan Pilkades serentak 31 juli 2019 mendatang.

Untuk itu, laporan LPB tidak jadi dimasukkan ke Kejari Gresik dan akan memasukkan secara resmi setelah dilakukan Pilkades serentak nanti.

Sementara Adrie Dwi Subianto Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gresik mengatakan, Novan waktu itu datang membawa berkas satu bandel. Lalu bertemu saya di ruangan. Setelah dilakukan pengecekan, lalu difoto copy oleh penyidik pidsus.

“Oke saya terima berkas dari sampeyan, tapi nanti saya proses setelah pilkades selesai. Namun entah kenapa berkas yang aslinya diambil lagi oleh Novan. Awalnya untuk memperbaiki berkas laporannya. Tapi sampai sekarang yang asli belum diserahkan pada saya,” katanya Sabtu (27/7/2019) melalui telepon seluler.

Adrie sapaan akrabnya menjelaskan, kendati belum menerima tanda terima dari kami. Namun itu sudah resmi laporan. Saya sudah terima laporannya. Sudah saya foto copy. Tapi nanti setelah pilkades selesai baru kami tindak lanjuti.

“Namun alau sudah rami seperti ini, saya akan jalani. Tapi saya nunggu berkas dari Novan yang dulu ditarik,” jelasnya.

Reporter : jml
Editor : dr
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA