oleh

PENGERJAAN PROYEK SALURAN CV. PURNAMA “AMBURADUL”

Surabaya , Bratapos.com – Pembangunan saluran air merupakan prioritas program Pemerintah Kota Surabaya dalam upaya menanggulangi banjir ketika musim hujan tiba dan menjadikan Surabaya kota peraih Adhipura.

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemerintah Kota Surabaya sebagai Dinas yang membidangi pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan pemukiman melakukan tender atau penunjukan langsung kepada PT/CV rekanan Pemerintah kota Surabaya untuk menggarap pekerjaan yang diberikan sesuai komitmen atau kontrak dengan penggunaan Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD).

IMG-20190725-WA0144

CV. PURNAMA salah satu Kontraktor pelaksana proyek saluran dan pemasangan paving di Jl. Rejosari RT. 01 RW. 03 dari pemenang tender dengan Nomor Kontrak: 620/4730-PKP/436.7.5/2019 ini diduga melakukan penyimpangan dari RKS dan spesifikasi pekerjaan bahkan mendapat teguran dari masyarakat yang terkena dampak proyek tersebut. Makfud, 44 tahun warga Rejosari RT. 01 RW. 03 Benowo mengkawatirkan kondisi rumahnya paska pemasangan box culvert dikarenakan pemadatannya memakai tanah hasil galian dan tidak menggunakan sirtu. Dia mempertanyakan specsifikasi material urugnya, bahkan dia sanggup membelikan sirtu satu truk apabila dalam RAB proyek tidak ada sirtunya.

IMG-20190725-WA0145

Saat ditemui awak media BRATAPOS, dirumahnya, Makfud mengatakan, “saya kawatir rumah saya nanti bisa retak- retak dikarenakan galian saluran mepet pondasi depan rumah. Setelah dipasang box culvert tidak diurug sirtu sisi depan-belakangnya untuk pemadatan,” katanya pula. Saya juga menanyakan spesifikasi pekerjaan tidak dijawab oleh pelaksana kontraktor yang bernama Teguh,” terangnya. kalau memang tidak ada material sirtu dalam RAB-nya untuk pemadatan akan saya belikan sirtu sendiri,” terangnya pula.

Pantauan awak media Bratapos dilapangan setelah mendapat keterangan dari masyarakat tersebut menemukan beberapa kejanggalan dari pengerjaan proyek selain dari keluhan masyarakat yang merasa terganggu akses jalannya dikarenakan penggalian saluran dikerjakan kiri dan kanan bersamaan.

Ternyata pemasangan box culvert dilakukan oleh pekerja dengan kondisi masih ada genangan air sebatas lutut orang dewasa dalam galian. Dari sebagian box culvert yang terpasang di temukan tidak tercamtumnya merk atau nama perusahaan produsen alias polos.
Dalam kesempatan berbeda bapak Visensius Awey anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya saat dikonfirmasi awak media melalui selulernya sangat mengapresiasi masyarakat yang berani lapor dan kepada media yang memberitakan kontraktor nakal dalam pengerjaan proyek APBD Pemkot Surabaya.

Dia menyatakan,” Klau ada kontraktor yang nakal seperti ini seharusnya Dinas terkait melakukan teguran. Apabila tidak diindahkan atau tidak digubris lakukan blacklist,” tegasnya pula.

Proyek yang dalam pengawas CV. Bina Karya Konsultan tersebut sampai dengan berita ini diturunkan masih dalam proses pengerjaan.

Reporter : DEWO

Editor : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA