oleh

Kades Duren Tolak Tudingan LGMI Selewengkan Dana Desa

TRENGGALEK, Bratapos.com – kepala desa duren kecamatan tugu kabupaten trenggalek angkat suara terkaid laporan LGMI dugaan penyelewenggan anggaran dana desa yang kini sedang di selidiki pihak kepolisian trenggalek  basuki 43 tahun saat di kunfirmasi bratapos selasa 24/07/2019

membantah tudingan yang di alamatkan kepadanya .

Sebagai catatan basuki dilaporkan ke polres trenggalek terkait penggunaan dana desa mungkin minggu ini saya akan di panggil tetapi kami memiliki data sebagai jawaban yang nantinya akan kami sampaikan ke penyidik basuki mengklaim tuduhan tersebut mengada ada ungkap basuki.

basuki menceritakan dari awal pihak LGMI itu datang ke kantor Desa Duren. Mereka meminta pihaknya untuk mengisi form kuisioner yang disediakan oleh LGMI. Dalam kuisioner itu LGMI meminta agar kades maupun perangkatnya menuliskan kegiatan apa saja yang dikerjakan di desa tersebut yang menggunakan Dana Desa,” cerita Basuki.

Setelah Basuki mengisi form kuisioner tersebut, beberapa hari kemudian muncul lah pemberitaan yang menyebut bahwa Kades Duren Basuki telah melakukan penyelewengan Dana Desa.

Terkait tuduhan mark up tenaga kerja, Basuki mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa melakukannya. Hal dikarenakan urusan tenaga kerja merupakan kewenangan dari PK (Pengelola Kegiatan) dan TPK (Tim Pelaksana Kegiatan).

Terkait soal tuduhan mencairkan anggaran sendiri, Basuki yang di dampingi Agus sekdes duren mengatakan bahwa dalam proses pencairan Dana Desa pihak perbankan tidak akan berani mencairkan bila yang mencairkan itu hanyalah seorang kades. “Yang berhak mencairkan dana desa melalui perbankan hanyalah bendahara yang didampingi kepala desa. Jadi bendahara dan saya yang datang ke Bank Jatim untuk mencairkan dana desa. Tanpa kami berdua, pihak Bank Jatim juga tidak berani mencairkan,” tegasnya

Di tempat yang sama juga disampaikan Lasmanto selaku Pengelola Kegiatan. Saat dikonfirmasi disela kesibukanya, ia menyampaikan selama ini telah melaksanakan pembangunan sesuai aturan. Di antaranya dalam belanja material serta menyiapkan seluruh kebutuhan dalam pembangunan rabat jalan tersebut, ia mengatakan selalu melaporkan pada kepala desa.

jadi ketika akan ada kegiatan, saya itu memberitahukan tentang lokasi atau letak kegiatan tersebut pada Tim Pelaksana Kegiatan. Selain itu soal belanja material, tugas saya adalah mengorder material yang dibutuhkan, kemudian yang melakukan pembayaran orderan material itu ya bendahara. Saya hanya mendampingi bendahara saat melakukan pembayaran tersebut,” terangnya.

Lanjut Lasmanto 48 tahun juga membantah tuduhan mark up jumlahtenaga kerja yang dilakukan oleh Kades Duren Basuki. Menurut Daryono pihaknya telah melakukan pembayaran terhadap 25 orang tenaga kerja yang terdiri dari 4 orang tukang dan 21 orang kuli.

Dikatakan oleh Lasmanto ongkos satu hari untuk tukang 75 ribu, sedangkan ongkos satu hari untuk kuli 65 ribu. Mereka, kata Daryono dipekerjakan kurang lebih 10 hari pungkasnya

Reporter              : yanto

Editor                   : Dr

Publisher             : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA