oleh

Pengusiran Jurnalis Di Desa Kalitengah Oleh Oknum Sekdes

Sidoarjo , Bratapos.com – Fungsi media di perlukan untuk pengawas kontrol dan penyambung lidah masyarakat,Kali ini ada lagi pembatasan gerak Jurnalis saat investigasi di desa kalitengah Senin,15/07/2019,ini membuat geram di dunia media.

“Siapapun pihak yang menghalangi wartawan dalam memperoleh informasi bisa dipidanakan. Hal tersebut jelas tercantum dalam Undang-Undang No 40 tahun 1999 tentang pers.

Yang berawal salah satu jurnalis harian tidak lain pemuda desa ketika sedang investigasi terkait Program kotaku yang saat itu menyerap anggaran APBN 1,5 M yang saat ini mau pelaksanaan Kegiatan,” Himbau Niko (Jurnalis).

Ketika itu bermula untuk mencari informasi program kotaku bertemu dengan perangkat desa ( Farida ) yang kala itu sebagai pendamping dan mengetahui jalannya tentang program tersebut,singkat waktu berlangsung tanya jawab di tengah – tengah perbincangan sekdes masuk dan menyuruh perangkat tidak memperbolehkan menjawab pertanyaan yang di anggapnya terlalu berbelit belit ,”ungkapnya Niko ( jurnalis ).

Pengusiran tersebut berseling tidak beberapa lama setelah perangkat keluar,ada apa dan kenapa ini??

Tegas (KHOIRUL AMIN) Sekdes Kalitengah saat pengusiran ,” ( koen ngalio ojok nang kene koen nang kene garakno masalah ae ) kamu pergi aja dari sini kamu di sini buat masalah aja…..!!! sambil menarik tangan untuk mengusirnya wartawan tersebut dengan nada kasar.

“UU no 40 tahun 1999 tentang pers dengan jelas mencantumkan barang siapa menghambat wartawan mencari, mengumpulkan, dan mengolah informasi bisa terancam hukuman 2 tahun penjara atau denda 500 juta rupiah,BERSAMBUNG.( NIKO ).

Reporter : sult

Editor : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA