oleh

“PRESTASI” Sampah Plastik di Laut Indonesia

Sampah plastik di Indonesia semakin hari semakin meresahkan. Bahkan Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Ditambah kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia dalam hal membuang sampah pada tempatnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun dimana 15% nya adalah sampah plastik. Ini berarti 9,6 juta ton  adalah sampah plastik.  Sebagian masyarakat Indonesia yang sadar akan hal tersebut merasa resah karena sampah plastik tersebut sangat berbahaya terhadap lingkungan.

Akan tetapi dilain pihak banyak juga masyarakat Indonesia yang masih bergantung pada pemakaian plastik. Banyak masyarakat Indonesia yang masih menggunakan plastik untuk kegiatan sehari – hari karena mereka menganggap plastik masih murah dan mudah didapat. Namun hal itu berimbas pada semakin banyaknya sampah plastik, apalagi banyak sampah plastik yang dibuang sembarangan. Tidak terkecuali laut Indonesia yang juga terkena imbasnya.

Laut Indonesia semakin hari semakin dipenuhi oleh sampah plastik. 6,5 ton sampah plastik setiap hari dihasilkan oleh masyarakat Indonesia dan sebagian besar sampah tersebut lari ke laut Indonesia. Menurut data The World Bank tahun 2018, 87 pesisir Indonesia memberikan kontribusi sampah ke laut sekitar 1 juta ton.

Laut Indonesia semakin hari semakin tercemar oleh sampah plastik. Dari gelas plastik, kantong plastik, sedotan, botol plastik dan sebagainya. Sampah – sampah tersebut sangat mengganggu makhluk hidup di lautan, bahkan bisa membunuh. Banyak kasus – kasus kematian hewan – hewan laut yang disebabkan oleh sampah plastik.

Sebagai contoh pada akhir tahun 2018 ditemukannya paus sperma mati terdampar di pesisir pantai Wakatobi. Didalam perut paus tersebut ditemukan hal yang sangat mencengangkan yaitu berupa 6kg sampah plastik yang terdiri dari botol minuman, kantong plastik, gelas minuman, bungkus mie instan, botol parfum, tali rafia, karung beras bahkan sandal. Hal ini menandakan bahwa sampah plastik yang terbuang di lautan bisa membunuh makhluk – makhluk di lautan.

Bahkan berdasarkan penelitian yang diterbitkan Sekretariat Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati pada tahun 2016, sampah di lautan telah membahayakan lebih dari 800 spesies. Pada saat konferensi PBB pada 2017 pun menyebut bahwa 1 juta burung laut, 100 ribu mamalia laut, kura – kura laut, dan ikan – ikan yang tidak terhitung jumlahnya terbunuh setiap tahunnya. Yang lebih parahnya lagi ada penelitian yang menyebut bahwa pada tahun 2055 jumlah sampah plastik akan lebih banyak dibandingkan mahkluk hidup yang ada di lautan.

Berdasarkan fakta – fakta tersebut sampah plastik memang sangat membahayakan bagi lingkungan. Harus ada langkah yang ampuh agar masalah tersebut bisa teratasi. Kita tidak mau kelak anak cucu kita tidak bisa menikmati indahnya lautan di Indonesia. Kita juga tidak mau kelak anak cucu kita tidak mengenal spesies – spesies yang ada di lautan Indonesia karena kepunahan.

Banyak cara agar kita bisa mengurangi sampah plastik di Indonesia. Akan tetapi butuh kesadaran banyak masyarakat agar bisa menanggulangi masalah tersebut. Mungkin bisa dimulai dengan diri kita sendiri dengan cara tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan plastik. Walaupun hanya perbuatan kecil akan tetapi bila dilakukan oleh jumlah yang sangat besar akan memiliki dampak yang sangat signifikan.

Penerapan sistem 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Reduce yang berarti mengurangi, Reuse yang berarti menggunakan kembali dan Recycle yang berarti mendaur ulang. Sistem 3R bisa menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan disekitar kita dari banyaknya sampah plastik.

Sebagai contoh dengan cara mengurangi penggunaan sedotan plastik. Kita bisa menggunakan sedotan yang berasal dari alumunium sehingga bisa digunakan berkali – kali. Beberapa restoran fast food pun juga sudah menerapkan hal tersebut. Mereka tidak menyediakan sedotan plastik dengan maksud mengurangi penggunaan sedotan plastik.

Kita juga bisa mengurangi penggunaan kantong plastik dengan cara membawa tas sendiri ketika berbelanja. Saya sangat setuju dengan keputusan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO) yang menerapkan aturan kantong plastik berbayar. Aturan tersebut dimaksudkan agar penggunaan kantong plastik di Indonesia bisa berkurang. Akan tetapi dikarenakan harga yang terlalu murah masih kurang berdampak akan penggunaan kantong plastik.

Saya rasa APRINDO harus menaikkan harga kantong plastik tersebut yang semula Rp.200 menjadi Rp.1000 mungkin, tetapi harung ada payung hukumnya dan aturan yang jelas dari pemerintah. Sehingga jelas dan ada pertanggung jawabannya. Jika sudah jelas maka peraturan tersebut bisa dilaksanakan agar bisa menekan penggunaan kantong plastik. Namun juga harus ada transparansi dana kantong plastik berbayar digunakan untuk apa.

Solusi terakhir dari saya adalah recycle atau daur ulang. Daur ulang bisa mengurangi sampah plastik karena tidak ada plastik yang terbuang. Banyak yang bisa kita gunakan dari sampah plastik agar tidak terbuang percuma seperti botol plastik bekas bisa kita gunakan sebagai pot bunga. Yang intinya memanfaatkan sampah plastik yang aslinya tidak bermanfaat bisa memiliki nilai jual

Marilah kita jaga lautan kita ini. Indonesia merupakan negara maritim jadi haruslah selalu kita jaga lautan kita agar kelak anak cucu kita bisa menikmati indahnya lautan Indonesia ini. Mulailah dengan diri sendiri lalu kita ajak orang lain agar melakuka hal yang sama dengan yang kita lakukan. Kalau bukan kita masyarakat Indonesia sendiri yang menjaga lautan ini, lantas siapa lagi?

Penulis : Muchammad Cipto Santoso Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Penulis : Muchammad Cipto Santoso Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

REKOMENDASI UNTUK ANDA