oleh

OMS Kangkangi Undang – Undang Republik Indonesia

MEDAN, Bratapos.com – PT. OMS terletak di kawasan pergudangan yang kuasai oleh salah satu petinggi partai yang berdomisili dijakarta, namun pihak management PT. OMS tidak mau menyebutkan namanya ataupun Inisialnya.

Pergudangan ini memiliki 3 unit bangunan yang dikontrakan kepada INDOSAT, NOKIA dan PT. OMS. Menurut informasi yang media Bratapos terima dari Lembaga Swadaya Masyarakat LP-KPK, Telah terjadi tindakan pelanggaran hukum perundang-undangan tenaga kerja dan undang undang imigrasi yang sangat berat atas mempekerjakan karyawan yang berstatus tenaga kerja asing di perusahaan tersebut diatas.

Saat dilakukan investigasi didalam gedung PT. OMS dua orang staf perusahaan tidak membantah bahwa memang adanya 20 orang lebih TKA yang bekerja diperusahaan ini, namun tidak tau menahu tentang legalitas imigrasinya karena itu kewenangan pimpinan perusahaan yang memberikan keterangan bukan personalia. “Hal ini tidak bisa saya terangkan sejak penangkapan dari pihak poldasu dua minggu yang lampau” Kata personalia yang mengaku bernama desy dan hwa Gian.

Menurut personalia yang dijumpai ada 4orang yang ditahan di poldasu, namun mereka tidak mengetahui kelanjutannya. Perusahaan ini sangat tertutup memberikan keterangan tentang Tenaga Kerja Asing namun membuka seluruh informasi tentang sistem pekerjaannya.Pimpinannya diakui mereka bernama pardede yang sedang diluar negeri, belum bisa dihubungi.

Aktifitas pekerjaan saat dikunjungi LSM LP-KPK dan media Bratapos nampak sunyi dan terkesan mendadak berhenti dengan alasan pemasangan pekerjaan diluar kota.

Saat dipertanyakan tentang bahan bahan baku yang tersimpan digudang perusahaan, personalia menjawab semuanya di import dari RRC. “Ini semuanya barang import dan kami tidak memakai produk lokal yang SNI, karena mahal dan kurang dari kwalitas yang kami butuhkan” kata personalia bernama Asiong.

Saat Bratapos meminta surat surat pabean cukai nya atas keabsahan import nya, personalia bingung dan saling lempar kata dalam bahasa china. “Kalau surat-surat pembelian barang tidak kami yang memegang pak” Jawab Asiong pura-pura tidak faham.

Hal ini sungguh aneh dan ada indikasi import illegal, karena surat pabean cukai import nya tidak ada dan selalu berkilah atas surat tersebut, dengan alasan,”…saya tidak pernah lihat pak,mungkin itu ada sama bos kami”kilah desy.

Dalam investigasi lebih dalam lagi masuknya, awak media Bratapos menemukan ruangan terkunci dan sebuah lubang pintu kecil dengan penutup pintu besi.

Pihak perusahaan enggan untuk membuka ruangan yang terkunci tersebut dengan alasan “kunci ruangan ini hanya pimpinan yang pegang”kata desy.

Namun disaat bersamaan Asiong datang, saat diminta agar Asiong dapat membuka pintu ruangan tersebut, dia mengambil kuncinya dari dalam kantong celananya dan membuka pintu tersebut.saat ditanya kegunaan pintu kecil yang lebih mirip lubang tersebut. ” Itu untuk ventilasi pak”jawab desy.

Saat dibuka Bratapos menemukan keganjilan atas pintu tersebut, di lantai yang penuh debu ditemukan jejak sepatu Yang beraneka bentuk, ditaksir dalam jumlah 5-8 jenis sepatu yang semua arahnya menunjukan langkah kaki keluar area pergudangan, ditelusuri hingga sejauh 30-40 meter akhir lorong terdapat pintu yang terkunci dari luar.

Saat kembali ditanyakan kepada personalia dia menjawab tidak tau menahu akan hal ini. “Saya ngak pernah lewat sini pak, biasanya pekerja yang mau keluar saja yang lewat sini” Terangnya.”ini lubang baru dibuat satu hari setelah penangkapan dari Poldasu”lanjutnya.

Tolong jangan dikutip keterangan saya ini,nanti pimpinan bisa ribut sama kita”tutup desy.

Menurut semua temuan diatas sudah bisa dipastikan kuat dugaan PT. OMS menyembunyikan tenaga kerja asing ilegal tersebut, dan dugaan benar adanya PT. OMS mempekerjakan TKA RRC ilegal, serta memiliki barang barang import illegal. Dalam jumlah yang besar, diperkirakan 1milyar lebih harganya.

Menurut team LP-KPK “semoga pihak yang berwajib dapat menindak lanjuti investigasi ini dengan penegakan hukum atas pelanggaran yang terjadi. ” Tutup ketua team LP-KPK.

Reporter              : jml

Editor                   : Dr

Publisher             : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA